AcehBerita FotoNusantara

Wow ! Presiden Ungkap 900 Kades Tersandung “Hukum”

Presiden Jokowi, Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al-Haytar, sesaat akan meresmikan bandara Rembele, Bener Meriah, Aceh, beberapa waktu lalu,Aceh24.com/dok

Wow ! Presiden Ungkap 900 Kades Tersandung ‘Hukum’

ACEH UTARA-Ditengah gonjang-ganjing penggunaan dana gampong di Kabupaten Aceh Utara, eh, malah Presiden Jokowi saat membagikan 5.500 sertifikat tanah di lapangan olah raga, Kerkoff, Garut, Jawa Barat, mengungkap 900 kepala desa (geuchik-red) se nusantara tersandung ‘hukum’ perguliran dana desa.

“Kita tahu ada kurang lebih 900 kepala desa yang ditangkap karena dana desa. Tapi dari 74 ribu desa yang ada, bahwa ada yang ‘belok’ kita tidak tutup mata. Tetapi dari hasil survei yang kita lakukan, banyak juga yang tepat sasaran,” kata Jokowi, seperti dilansir JPNN- seusai presiden membagikan 5.500 sertifikat tanah di lapangan Olah raga, Kerkoff, Garut, Jawa Barat, pada Selasa (17/10).

“Uang itu ditransfer langsung dari pusat menuju ke desa. Tanggung jawab ada di desa, masyarakat juga harus ikut mengawasi dan mengontrol uang itu jadi barang apa,” pinta mantan Walikota Surakarta ini.

Sekedar informasi, hingga tahun ini, total anggaran yang sudah digunakan pemerintah untuk membiayai dana desa Rp 127,74 triliun.

Jumlah itu ditransfer kepada 74.910 desa yang menerima bantuan. Rinciannya pada 2015 sebesar Rp 20,76 triliun, 2016 Rp 49,98 triliun, dan 2017 Rp 60 triliun.

Sementara itu, Dana desa atau gampong masuk ke 852  geuchik  yang tersebar di 27 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara, mencapai Rp 635 miliar.

Saat ini, sebagian geuchik yang ada di kecamatan tertentu sudah ‘menikmati’ dana gampong untuk bintek ke pulau Jawa dan Medan Sumatera Utara.

Padahal, pesan presiden dalam saat pembagian sertifikat tanah, tidak terlepas dari hal-hal yang produktif.

Seperti membuka kesempatan kerja untuk masyarakatnya sendiri. Dan musyawarah perencanaan pembangunan di desa. Aceh24.com/JPNN.

Foto : Presiden Jokowi, saat meresmikan bandara Rembele  di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, beberapa waktu lalu. Aceh24.com/dok

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: