AcehBerita FotoNusantara

Wow ! KPK Sudah Periksa 60 Pejabat Aceh dan Swasta Kasus DOKA

Lembaga Anti Rasuah (KPK) saat menggeledah Kantor Pemerintah Bener Meriah, menyusul Ahmadi, bupati non aktif di OTT. ist

LHOKSEUMAWE-Empat hari berada di Provinsi Aceh,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 60 pejabat dan swasta di Bumi Serambi Mekah, Kamis (16/8).

Demikian diperoleh Aceh24.com informasi malam ini dari Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah. “ Sejak Senin –Kamis ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap sekitar 60 saksi untuk para tersangka dalam kasus suap terkait DOK Aceh,” ungkap Febri.

Lebih lanjut, Febri menjelaskan, Rabu kemarin KPK juga sudah melakukan penggeledahan di 2 titik di Banda Aceh. Sejumlah dokumen berupa VCD, hp dan lainnya disita sebagai bahan penyidikan lebih lanjut.

Menurut Juru Bicara KPK ini, sejak Senin-Kamis (13-16/8) telah dilakukan pemeriksaan terhadap sekitar 60 saksi untuk para tersangka di kasus suap terkait DOK Aceh. Selain itu dilakukan penggeledahan di 2 titik kemarin Rabu di Banda Aceh.

KPK menemukan bukti-bukti baru yang mengarah pada dugaan penerimaan-penerimaan lain oleh tersangka  terkait kasus DOK Aceh ini dan proyek lain. “Peran pihak-pihak  lain di sekitar Gubernur menjadi perhatian penyidik. Dugaan adanya perintah dan arahan dari tersangka  IY terkait proyek-proyek  sedang kami cermati,”pungkas Febri Diansyah.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap saksi kalangan pejabat  Aceh yang dilakukan KPK terus menjadi pembicaraan hangat. Bahkan, beberapa pembaca mengirim whaatsap ulang kepada Aceh24.com, berharap kasus DOK Aceh, cepat terungkap dan selesai.

Tentu saja, guna merajut kembali pembangunan disegala sektor untuk kesejahteraan masyarakat di Provinsi Aceh yang mencapai 5,5 juta jiwa.

Kenapa tidak ? Buktinya KPK terus memeriksa unsur saksi mulai dari Pjs Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, hingga sejumlah kepala dinas, para ketua pokja,pihak bank dan unsur swasta.

Sebelumnya, Febri Diansyah menjawab terkait dengan informasi yang berkembang tentang pengajuan praperadilan ke PN Jaksel,  mengatakan jika nanti KPK sudah menerima panggilan sidang tentu akan kami hadapi. Seperti halnya semua praperadilan yang pernah diajukan, KPK menghargai proses hukum tersebut.

“Karena memang akan lebih baik jika keberatan-keberatan  disalurkan melalui proses hukum sebagaimana diatur di peraturan perundang undangan  yang berlaku,” pungkas pria kelahiran 1983 itu.

Sekedar mengingtatkan, KPK sudah menetapkan empat orang tersangka kasus DOK Aceh 2018 yaitu Gubernur Aceh non Aktif, Irwandi Yusuf, Bupati bener Meriah non aktif, Ahmadi,SE, Tgk Saiful Bahri dan Hendri Yuzal. Aceh24.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: