AcehBerita Foto

Wartawan Diancam Bunuh. Copot Kapolda

# Wartawan Aceh Berduka

Aceh24, LHOKSEUMAWE– Puluhan wartawan di Lhokseumawe-Aceh Utara, berduka. Menyusul terjadi aksi kekerasan terhadap wartawan Tempo, Nurhadi di Surabaya yang diancam bunuh. Aksi menggelar sikap prihatin pun tak terelakkan. Sejumlah poster dibentang. Kartu identitas pers di pajang. Tak peduli di tengah aksi mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian, Kamis (8/4).

Kenapa tidak? Rekan seperjuangan harus menderita mendapat pemukulan oleh oknum ditengai anggota polisi dan diduga oknum anggota TNI saat melakukan peliputan dugaan penggelapan pajak yang dilakukan melibatkan Angin Prayitno Aji. Ya, ianya selaku Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu.

Terlebih lagi, kasus itu sudah ditengani KPK. Dimana Angin sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak bulan Februari lalu. Ianya diduga menerima suap dan gratifikasi Rp 50 miliar dari tiga perusahaan.

Puluhan wartawan yang tergabung Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe, Persatuan Wartawan Aceh (PWA) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) hampir dua jam lebih melakukan aksi di depan Taman Riyadah, Lhokseumawe.

“Copot Kapolda Jatim. Kapolri harus usut tuntas kasus tindakan kekerasan yang dialami Nurhadi,” teriak seorang jurnalis melalui alat pengeras suara dan mendapat sambutan yel-yel dari rekannya.

Maimun Asnawi, Ketua Umum PWA ikut ambil bagian orasi. Agustiar, Ketua AJI Lhokseumawe membagikan materi rilis. Perwakilan IJTI Lhokseumawe, turut serta 5 personil. Sayangnya, rekan perwakilan PWI Lhokseumawe-Aceh Utara, tidak terlihat dilapangan bergabung.

Ditengah aksi wartawan ini pun mendapat perhatian dari ratusan pengemudi kenderaan roda dua dan empat. Terlebih lagi moment menjelang bulan Ramadhan 1442 H ini, berlangsung di perempatan lampu merah. Kendati demikain, arus lalin tetap berjalan lancar.

Lihat Juga: 41 Meninggal Akibat Banjir Bandang Flores
Lihat Juga: Do’a Wartawan Buat Korban Gempa dan Tsunami Palu

Selain wartawan, ikut mendukung aksi tersebut, kalangan mahasiswa di Lhokseumawe. Calon intelektual muda ini pun tak lepas memberikan support dengan memberikan orasi panjang lebar. Kemudian, aksi berlanjut dengan mengitari lokasi Taman Riyadah, hingga Tugu Rencong Selamat Datang.

Dari sekian banyak anggota polisi yang ikut mengawal jurnalis menggelar aksi, terlihat Waka Polsek Banda Sakti, Ipda Faisal cukup familiar bergabung sama wartawan. Hingga aksi keprihatinan jurnalis terhadap tindakan kekerasan dialami Nurhadi berakhir, situasi tetap aman terkendali. Tak ada bentrok dengan aparat keamanan setempat.

Ini sikap AJI Kota Lhokseumawe, kata Agustiar selaku ketua :

1. Usut tuntas tasus kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap Nurhadi, Jurnalis Tempo tanpa memandang jabatan dan instansi manapun dari para pelaku karena ini adalah pelanggaran terhadap amanah Undang-Undang. 

2. Kami menuntut sikap profesionalisme Polri dalam proses penyelidikan perkara ini. Sehingga siapapun yang terbukti bersalah baik itu oknum TNI maupun oknum Polisi haruslah proses secara hukum sesuai ketentuan undang-undang negeri ini. 

3. Terhadap semua jurnalis, diminta tetap menjunjung tinggi kode etik dan UU Pers saat melakukan tugasnya. 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: