Wartawan di Aceh Diancam Bunuh Sambil Perlihat Pistol

0
134
Ilustrasi aksi wartawan di Lhokseumawe-Aceh

# AJI dan IJTI Keluarkan Sikap

LHOKSEUMAWE-Aidil Firmansyah (25) wartawan tabloid mingguan Modus Aceh diancam bunuh akibat pemberitaan yang ditengarai oleh oknum petinggi salah satu perusahaan kontruksi di Aceh Barat, Meulaboh.

Sebelumnya, Aidil menayangkan berita berjudul “Tak Bayar Kompensasi, Angkutan Tiang Pancang PLTU 3 dan 4 Dihadang Warga”

Aidil yang dikontak ulang Aceh24.com, membenarkan saat ini sudah berada di Banda Aceh. Saat disinggung benarkah ada ancaman pistol dari AR. “Iya bang. Diambil dari dalam laci pistolnya. Dan saya menunduk langsung menghindar,” kata Aidil.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya petinggi PT TAU, AR ingin berjumpa Aidil. Gayung pun bersambut. Tiba di ruang kantor AR, Aidil dipersilahkan duduk. Kemudian, AR mengeluarkan senjata jenis pistol dari laci mejanya dan menyerahkan kepada seorang anggotanya di ruang itu.

Seorang lainnya memegang leher Aidil, sedangkan AR terus mengeluarkan kata-kata ancaman. Namun, ketika itu ada yang melerai agar masalah itu diselesaikan baik-baik.

Lantas, AR menyodorkan surat yang telah dibuatnya untuk ditanda tangan di atas materai oleh Aidil. Isinya,  untuk melakukan duel dengan Aidil satu lawan satu. Namun Aidil  menolak. Selanjutnya, AR dan rekan terus mengeluarkan berbagai kata kata kepada Aidil dan menuduh berita tersebut salah.

Dengan nada tinggi, AR juga bercerita bahwa selain pengangkutan tiang pancang PLTU, ada pekerjaan lain yang sedang menanti mereka. Dan, apabila pekerjaan tersebut gagal didapatkan karena berita yang ditulis Aidil, maka dia akan mendapat konsekuensi, yaitu dibunuh oleh AR. 

Aidil kemudian dipaksa membuat pernyataan dengan cara ditulis tangan. Isinya, Aidil akan mengklarifikasi berita di Modus Aceh dan dia harus mengakui bahwa itu fitnah. Apabila dalam sepekan dihitung dari tanggal 5 Januari 2020 Aidil belum membuat peryataan klarifikasi kepada media itu, Aidil siap menerima konsekuensi apa pun dari AR. 

                              IJTI dan AJI Mengecam

IJTI Aceh dan AJI Banda Aceh mengecam segala tindakan pengancaman terhadap Aidil oleh Direktur PT TAU Cs, karena dalam bekerja jurnalis dilindungi Undang-undang No 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Seperti yang diatur dalam Pasal 4, bahwa negara menjamin kebebasan pers. 

Sedangkan pelaku kekerasan dan penghalang-halangan kerja jurnis dapat dijerat dengan pasal 18 ayat 1. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi  kerja jurnalistik dapat dikenakan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda Rp 500 juta. Selain itu, pelaku juga dapat dijerat dengan Pasal 368  KUHP tentang pengancaman dan pasal lainnya yang menyangkut dengan kepemilikan senjata api.

Secara terpisah, Ketua IJTI Aceh, Munir yang dihubungi menyebutkan Aidil Firmansyah saat ini sudah dievakuasi ke Banda Aceh. “Iya sudah kita amankan Aidil ke Banda Aceh. Ya, biar aman dia,” kata Munir via telepon selular menjawab Aceh24.com, Senin (6/1).

Nah, ini sikap AJI Banda Aceh dan IJTI Aceh :

 1.Menuntut pelaku mempertanggungjawabkan  ancamanya sesuai aturan hukum yang berlaku, karena telah menyebabkan ketakutan, kekhawatiran dan mengganggu mental/psikis korban dalam menjalankan profesinya sebagai jurnalis

2. Mendesak kepolisian berperan aktif mengusut kasus tersebut hingga tuntas dengan menyeret pelakunya ke muka hukum atau pengadilan. 

3. Polisi juga diminta menjamin keselamatan bagi korban atas ancaman dari pelaku yang  tinggal satu daerah. 

4.Meminta semua pihak menjamin hak-hak jurnalis dalam menjalankan profesianya di lapangan. Ril-Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.