Wabup Fauzi Yusuf Minta Pendamping PKH Awasi E- Warung

0
83
PKH diminta awasi E Warung oleh Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf disela-sela penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan di Lhoksukon, Rabu (22/7). ist

LHOKSUKON- Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf mengingatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) agar mengawasi dan pantau agen E – Warung  yang telah ditunjuk sebagai penyalur bantuan sembako/BPNT. Tentu saja agar menyalurkan barang sesuai aturan yang dikeluarkan Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Harapan itu disampaikan, Fauzi Yusuf disela-sela acara penyerahan secara simbolis Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada 177 SDM Program Keluarga Harapan (PKH)  di Aula Panglateh,  Lhoksukon,  Rabu (22/7).

Wabup mengingatkan,pula agar agen E Warung juga tetap mengedepankan kwalitas dan kwantitas barang, serta harga menyesuaikan harga pasar. Selain itu,  jika ada barang dari pemasok/penyalur barang tidak bagus dan tidak layak, maka jangan disalurkan kepada KPM.

Dilanjutkan, jika masih ada agen menyalurkan barang sesuai permintaan KPM tidak mengikuti aturan, maka agen tersebut bisa dicabut hak nya sebagai penyalur BPNT atau Program Sembako. Agen E- Warung.

Lebih lanjut Wabup Fauzi Yusuf meminta PKH dan TKSK agar bersinergi dalam melakukan pemantauan dan pengawasan terhadapa bantuan dari Kementrian Sosial, baik PKH dan Sembako

Sebab, ujar wabup, saat ini banyak laporan yang masuk, baik langsung kepadanya maupun dari Dinas Sosial Aceh Utara, , ada beberapa agen e warong yang melanggar ketentuan, menyalurkan barang tidak sesuai aturan dari Kemensos. Sehingga KPM sangat dirugikan

“Jadi Agen diuntungkan. Sedangkan KPM dirugikan. Atau sebaliknya KPM juga diuntungkan karena agen memberi bahan sembako sesuai keinginan KPM, bukan mengikuti aturan, tapi dua-duanya ini tidak dibolehkan, karena tetap melanggar aturan,” ujarnya.

Diakhir harapan Fauzi Yusuf menjelaskan KPM adalah orang yang dibantu pemerintah pusat dalam rangka menekan angka kemiskinan dan memenuhi kebutuhan pokok, serta mengurangi angka kematian akibat kekurangan gizi.

Oleh karena itu, pemerintah menambah quota atau nilai bantuan dari Rp 150 ribu menjadi Rp 200 ribu rupiah.  Hal ini dilakukan seiring dengan ditambah menu bantuan, dari sebelumnya beras dan telur, sekarang ditambah dengan kacang-kacangan/tahu tempe sayur dan buah, pungkas Wakil Bupati Fauzi Yusuf.

Sekedar mengingatkan, berdasarkan data Dinas Sosial Aceh Utara, terdapat penerima bantuan sembako 57.243 KPM . Terdiri dari KPM Sembako Murni 15.636 dan KPM Irisan atau KPM dari PKH ada 41.607. Aceh24.com

polres lsm

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.