18.8 C
Aceh
3 Desember 2020
Aceh24
Berita Foto Nusantara Otomotif

Traveling Bersama Yamaha X Max Lihat 11 Objek Wisata di Sumbar

Danau Maninjau saat diabadikan persis di kelok 44

Jam Gadang. Lembah Anai. Goa Jepang. Istana Pagaruyung, dipastikan jadi tujuan wisata traveling ke Sumatera Barat.  Kelok 44 dengan keindahan Danau Maninjau, jembatan Kelok 9, Puncak Anai, hingga lahan indah di Puncak Kawa, Gunung Merapi.   Masih belum puas, mari lihat rumah kelahiran Buya Hamka.

Suasana Danau Maninjau Sumbar

Dapatkah semua objek wisata itu dicapai dalam waktu tiga hari ? Dapat. Itu jawaban singkat. Tentu saja kita harus menggunakan sepeda motor.

Istana Pagaruyung di Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat

Kali ini, traveling memanfaatkan Yamaha X Max 250 cc bergerak dari Lhokseumawe, Aceh, menuju Sumatera Barat, 14 Oktober 2020. Kota pertama dikunjungi Bukit Tinggi. Setelah dua hari dua malam dengan memanfaatkan lajur lintas tengah, Medan, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Danau Toba dan Tarutung, mesin berlogo Garputala besutan tahun 2017 menuju Padang Sidimpuan.

Jam Gadang Bukit Tinggi

Bermalam dikota salak, keesokan tancap gas ke Bukit Tinggi.  Sebelumnya, tiba di lintasan khatulistiwa, Bonjol, moment yang satu ini tentu tak dilepas.

Jembatan dilintasan Kota Bukit Tinggi

Tiba di Bukit Tinggi, kota seluas 25,24 Km2 dengan ketinggian 930 m, rehat seharian. Setelah stamina kembali pulih, Jam Gadang, Panorama Ngarai Sihanok,  Pasar Atas,  Goa Jepang, jembatan Limpapeh dan Istana Bung Hatta pilihan pertama.

Titik Nol Derajat Bumi atau garis khatulistiwa di Kabupaten Pasaman, Bonjol.

Usai itu, meluncur melihat jembatan kelok 9 atau sekitar 55 Km dari Kota Bukit Tinggi. Sedangkan  jembatan sepanjang sekitar 2,7 km ini berada di Kota Payakumbuh- lintasan ke Pekanbaru. Ngopi, santap mie instan yang dijual disisi jalan menghabiskan dana sampai Rp 602 miliar, balik lagi ke Bukit Tinggi.

Tentu sebelumnya masuk ke wilayah wisata alam lembah Anai dan puncak Anai juga di Kabupaten Padang Pariaman.  

Jembatan Kelok 9 di Lintasan Bukit Tinggi-Pekanbaru
Kelok 9 saat pagi hari terlihat masih sepi

Hari kedua, tujuan Istana Pagaruyung yang luas sampai 3,5 hektar di Kecamatan Tanjung Emas, Kota Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar. Seusai itu, bergerak ke Negeri Tua Pariangan. Disini udara sangat sejuk. Desa di lereng Gunung Merapi ini pernah disebut sebagai terindah di dunia.

Persawahan di puncak Kawa kaki Gunung Merapi Sumbar

Sesampai disini,  belum pas rasanya bila tidak menikmati kacang goreng dan Kawa Daun atau nikmati kopi dari daun yang terlebih dahulu dijemur. Bukan biji kopi. Tentu saja, pisang goreng  sebagai pelengkap.

Disinipun terlihat hamparan sawah yang indah. Berasnya pun disebut cukup enak. Mau tak mau, minta belas kasih seorang ibu mau menjual 2 kg saja. Ya pingin rasa kalau sudah sampai Lhokseumawe.

Lokasi kemping di Puncak Anai

Hari ketiga. Dari Bukit Tinggi menuju kelok 44 –Danau Maninjau sejauh 36 km. Mengelilingi danau, sampai ke rumah tempat kelahiran Buya Hamka di Jorong Batung Panjang Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Rumah seluas 12X8 meter berada di kaki bukit menghadap ke Danau Maninjau.

Panorama Kota Bukit Tinggi dari Jam Gadang

Traveling kali ini berakhir pada keindahan Danau Maninjau.  Yamaha X Max kembali menuju Lhokseumawe, Aceh. Hanya saja jalur yang diambil kali ini tak melewati Danau Toba. Saat berada di Kota Padang Sidimpuan, ambil arah kiri ke Kota Batang Toru dan Sibolga. Tentu BBM full tangki .

Panorama pantai Puncak Paku Mandeh-Sumbar

Lintas Selatan hingga Aceh Singkil dan Subussalam. Menuju Bakongan, Kota Fajar dan bermalam di Tapak Tuan, Aceh Selatan.

Suasana langit menjelang magrib di Mesjid Raya Sumbar-Padang

Sekitar pukul 10.00 WIB, gas pol lagi ke Blang Pidie, Acah Barat Daya. Kemudian masuk Nagan Raya, menuju arah utara, lintasan Beutong Atueh.

Inilah Rumah Kelahiran Buya Hamka di kaki bukit menghadap Danau Maninjau

Jalan terjal dan hujan sedikit menghambat laju si matik berbadan brongsor itu. Pukul 20.35 WIB masuk kota Takengon, Aceh Tengah. Bermalam di kota dingin ini, besok libas ke Lhokseumawe, via jalan KKA-Bener Meriah.

Sampai di rumah, speedometer trip menunjukkan angka 3.435 Km. Selama 10 hari PP.

Related posts

PNS Pemko Lhokseumawe Galang Dana Untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu

Redaksi Aceh24

HUT TNI Ke 72, Kodim 0103 Aceh Utara Rehab Rumah Veteran

Redaksi Aceh24

Solat Idul Fitri 1441 H di Lhokseumawe Mesjid Penuh

Redaksi Aceh24