AcehBerita FotoNusantara

TNI-Polri,Mahasiswa Doa dan Upacara di Pusara Tjoet Nya Meutia

TNI, Polri Do’a Bersama di Makam Tjoet Nya Meutia

ACEH UTARA – 107 tahun lalu, Tjoet Nya Meutia, gugur (25 Oktober 1910-red) dalam melawan penjajah Belanda. Hari ini, bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2017,  personil gabungan Kodim 0103, Polres Aceh Utara, mahasiswa Unimal dan masyarakat berdoa bersama di pusara Pahlawan Nasional itu, yang berada di kawasan hutan lindung Gunung Lipah, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten  Aceh Utara. Jum’at (10/11).

Beratnya medan menuju makam istri Teuku Muhammad atawa disebut Teuku Tjik Tunong-giliran para personil gabungan tersebut berangkat dua hari lebih awal agar tepat pada hari H dilaksanakan upacara.

Sebelumnya, terlebih dahulu dilakukan kegiatan membersihkan dan memperbaiki areal sekitar makam dengan mencabuti semak belukar serta mengecat bangunan makam.

“Pada hari ini sebelum melaksanakan upacara Peringatan Hari Pahlawan, personil gabungan, mahasiswa dan masyarakat melakukan doa bersama terlebih dahulu yang dipimpin oleh Serka Salman Al Farizi “, kata Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto.

Kegiatan doa bersama ini disebutkan merupakan kegiatan yang cukup positif. Sehingga harapan ke depan, cita-cita dari pahlawan ingin menjadikan bangsa ini adil dan makmur harus diraih anak muda. Persiapkan diri buat Indonesia lebih maju, adil, makmur,” pinta dandim.

“Kami berharap semua bisa damai dan mencintai NKRI dan ini sudah harga mati. Saat ini, waktunya mengisi perjuangan dengan belajar sebaik mungkin,” pungkas Dandim Letkol Kav Fadjar. Aceh24.com/ist

Dandim Aceh Utara Pimpin Upacara di Makam Tjoet Nya Meutia

Selanjutnya, Komandan Kodim 0103/Aceh Utara Letkol Kav Fadjar Wahyudi Broto memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Komplek Makam Tjoet Nya Meutia, Jum’at (10/11).

Upacara itu diikuti oleh Puluhan peserta yang terdiri pesonil Kodim 0103 dan Polres Aceh Utara, Resimen Mahasiswa (Memwa) Universitas Malikusaleh, beberapa tokoh dan masyarakat Aceh Utara. Dalam upacara tersebut, Dandim juga membacakan sambutan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

“Setiap tanggal 10 November, kita seluruh Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, mengenang para pendahulu kita, Pahlawan dan perintis kemerdekaan, para pendiri Republik Indonesia , mereka dengan segenap pemikiran, tindakan dan gerakan perjuangan kolektif yang mereka lakukan, sehingga saat ini kita semua bisa menikmati hidup di bumi Indonesia sebagai bangsa yang merdeka,”kata Dandim membacakan sambutan khofifah.

Bung Karno, lanjut Fadjar, pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua.

“Pada kesempatan yang baik ini kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri Indonesia,” ajaknya.

Sebelum upacara dimulai, Dandim dan para peserta upacara lainya melakukan tabur bunga dan berdoa di pusara Tjoet Nya Meutia. Foto : Ist

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: