Tiga Kantor Kampung Dirusak Warga

0
121

# Gara-Gara Dana Ketahanan Pangan dan BLT

Gara-gara dana ketahanan pangan dan BLT warga rusak tiga kantor desda di Bener Meriah, Senin (1/6). ist

REDELONG –Tiga kantor desa atau Reje Kampung dirusak warga. Kenapa ? Tentu saja gara-gara program ketahanan pangan senilai Rp 500.000, Hal itu terjadi di di Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin (1/6).

Akibat amukan warga itu, kaca kantor Kampung Belang Tampu pecah. Begitu pula yang dialamu kantor desa Kantor Belang Panas dan Kampung Kute Kering. Peristiwa ini berlangsung dalam dua tahaf.   

Perusakan terhadap Kantor Kampung Belang Tampu dan Belang terjadi, Jumat (29/5) sementara perusakan Kantor Reje Kampung Kute Kering terjadi,  Senin (1/6).

Mewakili kaum ibu-ibu Kute Kering Lia  kepada wartawan  menyampaikan pihaknya mendatangi Kantor Reje Kampung guna mempertanyakan terkait penyaluran bantuan program ketahanan pangan senilai Rp 500.000 yang tak kunjung di cairkan.

Menurutnya, sejumlah desa tetangga yang sebagian warganya juga tinggal di desa tersebut sudah menerima uang sejumlah Rp 500.000 untuk program ketahanan pangan sehingga mereka beramai-ramai mempertanyakan kepada reje kampung.

“ Saat kami tanya Reje Kampung ia sempat memukul-mukul meja dan menyuruh kami meminta uang ke kantor bupati sehingga masyarakat mengamuk dan melempar Kantor Reje Kampung dengan batu,” ungkapnya.

Para kaum ibu yang melakukan demontrasi tersebut juga mengaku tidak setuju jika bantuan program ketahanan pangan yang akan diberikan dalam bentuk pupuk dan bibit. “ Kami mau bantuan yang diberikan itu dalam bentuk uang seperti kampung yang lainya” teriaknya.

Sementara itu sebelumnya warga Kampung Belang Panas yang engan disebutkan namanya mengaku mendatangi kantor reje kampung akibat bantuan lansung tunai  dan program ketahanan pangan yang juga tidak kunjung di cairkan.

Menurutnya, warga yang mempertanyakan bantuan tersebut disambut  dengan arogan oleh salah seorang  aparatur desa sehingga masyarakat menjadi emosi dan melempar kantor reje kampung dengan batu.

 “ Kepada ibu yang mendatangi Kantor Reje Kampung aparatur menjawab kalau tidak ibu ini saja yang menjadi reje kampung sehingga masyakat emosi dan melempar kantor reje,” ujarnya.

Sementara masyarakat yang mendatangi Kantor Reje Kampung Belang Tampu yang merupakan tetangga kampung belang panas sebelumnya juga melakukan perusakan akibat reje kampung tidak berada di tempat.

Menyikapi permasalahan tersebut  Camat Bukit Ismail mengatakan peristiwa yang terjadi hari ini adalah akibat miskomunikasi pemerintah desa, Reje Kampung dengan masyarakat terkait dengan bantuan program ketahanan pangan. 

Menurutnya, pemerintah kampung dalam mensosialisasikan program ketahanan pangan kepada masyarakat kurang baik, sehingga membuat masyakat emosi. “Saya melihat sebahagian Pemerintah kampung seolah-olah bantuan ketahanan pangan ini memiliki syarat “ ujarnya. 

“Kita akan  segara pangil Reje Kampung untuk kita rapikan terkait bantuan ketahan pangan,”ungkapnya.

Terkait dengan persolain lainnya seperti halnya  BLT dari Kemensos pihaknya  juga sudah memerintahkan agar Reje Kampung melakukan perbaikan. “Kita juga masih menemukan ada yang dauble seperti yang sudah menerima PKH, BNPT itu kita tarik lagi karena  BLT tidak bisa disalurkan kepada masyarat yang telah menerima bantuan PKH maupun BNPT,” pungkas camat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.