AcehBerita FotoNusantara

Tersangka dan Berkas Dugaan Korupsi Bantuan Ternak, Polisi Serahkan ke Kejati Aceh

Foto : Berkas dugaan korupri penyaluran bantuan ternak Kota Lhokseumawe, dilimpahkan ke Kejati Aceh, di Banda Aceh, Kamis siang. Polisi menilai negara dirugikan mencapai Rp 8,168 Miliar/ist

# Negara Rugi Rp 8.168 Miliar

LHOKSEUMAWE-Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Lhokseumawe, menyerahkan berkas dugaan korupsi penyaluran bantuan ternak berikut tiga tersangka kepada Kejaksaan Tinggi, Aceh di Banda Aceh, Kamis siang (26/7).

Berkas penyaluran bantuan ternak APBK Lhokseumawe Tahun 2014 dengan anggaran Rp 14.505.500.000, -ditengarai terjadi korupsi sebesar RP 8.168 miliar. Polisi juga memboyong tiga tersangka ke Banda Aceh.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta yang diwakili Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha, menyerahkan tersangka dan berkas bantuan ternak  yang disalurkan melalui Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan Kota Lhokseumawe,ke Kejati Aceh. Penyerahan  berkas pun berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Aceh, di Banda Aceh sekira pukul 12.00 WIB.

Ketiga tersangka dugaan korupsi penyaluran bantuan ternak masing-masing Ismunazar (44) pekerjaan PNS dengan berkas nomor perkara :  BP/183/XII/2017/Reskrim, tanggal 21 Desember 2017. Jabatan Kasubag Program Dinas DKPP Kota Lhokseumawe tahun 2014 dan selaku PPK dalam kegiatan dimaksud

Kemudian, Dahlina (48) Jabatan Kabid Peternakan juga PPTK dalam kegiatan penyaluran bantuan ternak. Berkas Perkara Nomor : BP/75/VII/2018/Reskrim, tanggal 25 Mei 2018.

Dilanjutkan dengan Kepala Dinas  DKPP Kota Lhokseumawe, Tahun 2014, drh Rizal  selaku pengguna anggaran dalam kegiatan penyaluran bantuan ternak di wilayah Pemerintah Kota Lhokseumawe dengan  Berkas Perkara Nomor : BP/74/VII/2018/Reskrim, tanggal 25 Mei 2018. Aceh24.com

 

Foto : Berkas dugaan korupri penyaluran bantuan ternak Kota Lhokseumawe, dilimpahkan ke Kejati Aceh, di Banda Aceh, Kamis siang. Negara dirugikan mencapai Rp 8,168 Miliar/ist

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: