Terjebak Rutinitas 2 Tahun Pemerintahan Cek Mad-Fauzi Yusuf

HMI

LHOKSEUMAWE- Setelah  dua tahun Pemeritahan Aceh Utara di bawah kepemimpinan H Muhammad Thaib (Cek Mad) dan Fauzi Yusuf (Sidom Peng) masih terjebak rutinitas.

Program uggulan yang tertuang dalam Visi – Misi Cek Mad yang dapat menjawab permasalahan masyarakat Aceh Utara berbanding terbalik yang terjadi di lapangan.

“Kemiskinan dan daya beli masyarakat masih menjadi top problem di tanah Samudra Pasai.  belum lagi masalah aset dengan Pemerintahan Kota Lhokseumawe, pemindahan kantor Admistrasi pemerintah ke Lhoksukon sampai saat ini belum terealisasi, pembangunan Irigasi Pirak Timu, dan temuan BPK terkait Pembinaan terhadap Pemeritahan Desa yang belum maksimal dilaksanakan oleh Pemerintahan Aceh Utara,” kata M Atar Ketua Umum HMI Lhokseumawe-Aceh Utara dalam siaran pers yang diterima Aceh24.com, Kamis (11/7)

Lebih lanjut disebutkan, dua tahun Bersemi II – harusnya Cek Mad sebagai Top Leader harusnya mampu mengefesiensi  waktu yang tersisa untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi masyarakat.

“Sejauh ini kami juga melihat bahwa peran SKPK yang belum maksimal, harusnya SKPK lebih Pro aktif untuk membantu Bupati Aceh Utara dalam menwujudkan Bersemi jilid II, karena ujung tobak pemerintahan terdapat pada ASN dan partisipasi masyarakat sehingga Aceh Utara dapat menjadi kabupaten yang maju,’katanya.

Menurut M Athar, paling penting perlu kami sampaikan ada hal baik yang telah dilakukan di dua tahun bersemi jilid II, berkat kerja – kerja SKPK, tapi sejauh ini belum maksimal dan masih terjebak rutinitas.  Tapi bagaimana permerintah melalui dinas teknis mampu menjemput bola dan meningkatkan PAD, sehingga publik melihat bahwa Aceh Utara Masih ada pemerintahannya.

Maka kedepan yang paling penting yang harus dilakukan Cek Mad – Sidom  adalah Konsolidasi dalam tubuh pemerintahan Aceh Utara, sehingga pemerintahan Aceh Utara kuat,  Inisiatif pemikiran kemajuan juga penting termenset pada pemerintah Aceh Utara, jangan berharap rakyat dapat berpartisipatif sedangkanpemerintahannya loyo.

“Terakhir Cek Mad anda punya waktu 3 tahun lagi, ini waktu yang sangat singkat selesaikan permasalahan Aceh Utara, maka bergegaslah,” diingatkan M Atar. Aceh24.com

Facebook Comments
CATEGORIES
TAGS
Share This