Terima Kasih Ibu

0
28

Catatan Sutopo Purwo Nugroho

Foto : Sutopo Purwo Nugroho bersama Ibunda Tercinta. Istimewa

Saat Hari Ibu, selalu ada media yang menanyakan apa makna ibu bagiku. Bagiku makna seorang ibu memiliki arti trilyun makna. Sulit dikuantifikasi. Ibu adalah lambang surga yang terlihat di dunia. Bahkan, salah satu hadist disebutkan surga ada di bawah telapak kaki ibu.

Ibu adalah cinta yang tak terbatas dan tak pernah pudar. Bagiku, ibu adalah segalanya. Pengorbanannya saat bertaruh nyawa saat melahirkanku. Kesabaran, ketekunan dan tak mengenal lelah merawatku dan mendidikku hingga sabar. Bekerja 24 jam tak mengenal lelah. Membangun karakter pribadi saya adalah peran ibu. 

Saya selalu menangis saat menuliskan makna ibu bagiku. Ingat masa-masa lalu, saat kecil hingga saat ini yang ibu selalu memberikan perhatian begitu besar. Saat kecil bagaimana ibu selalu menjagaku. Masih ingat pelukan dan belaian ibu.

Saat besar pun, apalagi saat saya sakit, ibu tetap memaksakan diri menungguiku dan melayaniku di rumah sakit dan di rumah. Di rumah sakit, ibuku mengusap lembut kepalaku, memasang selimut saat aku tidur, bahkan aku lihat ibu meneteskan air mata melihat aku kesakitan tergolek di atas tempat tidur.

Tiap saat mendoakan kesembuhanku. Memohon Tuhan Yang Maha Kuasa agar mengangkat semua penyakitku tanpa meninggalkan penyakit lain di tubuhku.

Saat ini lebih banyak tinggal di rumahku di Cububur daripada di Boyolali. Meski usia sudah 71 tahun, tapi masih sehat dan kuat pergi sendirian Boyolali -Jakarta untuk merawatku. Sudah aku minta tidak usah ke Jakarta, aku tidak apa-apa. Tapi ibu selalu memaksakan diri pergi hanya ingin menemuiku dan melihat cucu-cucunya.

Sungguh sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata untuk mengungkapkan semua isi hati. Begitu besar pengorbanannya. Begitu cintanya seorang ibu pada anaknya.

Ibuku adalah orang yang paling indah yang menjadi idola dan kebanggaanku. Kesuksesan yang aku capai saat ini tak lepas dari peran ibu. Segala kemampuan, intelektual dan peran yang aku lakukan, sesungguhnya berasal dan untuk ibuku. Sebaliknya apa yang aku lakukan semuanya adalah ingin membahagiakan ibuku. 

Yang pasti sejak kelas 4 SD dulu, ada tumbuh keinginan aku menjadi orang bisa dibanggakan orangtua. Aku selalu ingin berprestasi hanya untuk membanggakan dan membahagiakan orangtuaku, khususnya ibuku. Masih ingat aku, saat ibu mengambil raport sekolahku, betapa bangga dan bahagianya ibu aku juara kelas.

Motivasiku untuk selalu berprestasi adalah membahagiakan ibuku. Saat aku muncul di TV, ibu begitu bangga melihatku. Berita di korban yang ada aku, dibaca berulang-ulang. Fotoku dengan Presiden SBY dan Presiden Jokowi dicetak besar dan dipajang di ruang tamu di rumah ibuku di Boyolali.

Semua capaian yang aku peroleh memang aku dedikasikan ibuku. Bahkan sampai saat inipun semua kulakukan demi ibu. Aku ingin membalas semua kebaikan ibu dengan prestasi. Bisa menjadi kebanggaan ibuku. Ibuku memang tidak menginginkan balasan materi. Tapi kebahagiaan dan kebanggan batiniah. Mungkin ini sebagai salah satu darma bakti anak buat ibunya.

Terima kasih ibu. Sungguh ibu adalah surga duniawi bagiku. Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan aku seorang Ibu yang luar biasa, yang mengalirkan cinta dan kasihnya terus mengalir. Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.