Terima Kasih Ibu

0

Catatan Sutopo Purwo
Nugroho

Foto : Sutopo Purwo Nugroho bersama Ibunda Tercinta. Istimewa

Saat Hari Ibu, selalu ada media yang menanyakan apa makna ibu bagiku. Bagiku makna seorang ibu memiliki arti trilyun makna. Sulit dikuantifikasi. Ibu adalah lambang surga yang terlihat di dunia. Bahkan, salah satu hadist disebutkan surga ada di bawah telapak kaki ibu.

Ibu adalah cinta yang tak terbatas dan tak pernah pudar. Bagiku,
ibu adalah segalanya. Pengorbanannya saat bertaruh nyawa saat melahirkanku.
Kesabaran, ketekunan dan tak mengenal lelah merawatku dan mendidikku hingga
sabar. Bekerja 24 jam tak mengenal lelah. Membangun karakter pribadi saya
adalah peran ibu. 

Saya selalu menangis saat menuliskan makna ibu bagiku. Ingat
masa-masa lalu, saat kecil hingga saat ini yang ibu selalu memberikan perhatian
begitu besar. Saat kecil bagaimana ibu selalu menjagaku. Masih ingat pelukan
dan belaian ibu.

Saat besar pun, apalagi saat saya sakit, ibu tetap memaksakan
diri menungguiku dan melayaniku di rumah sakit dan di rumah. Di rumah sakit,
ibuku mengusap lembut kepalaku, memasang selimut saat aku tidur, bahkan aku
lihat ibu meneteskan air mata melihat aku kesakitan tergolek di atas tempat
tidur.

Tiap saat mendoakan kesembuhanku. Memohon Tuhan Yang Maha Kuasa
agar mengangkat semua penyakitku tanpa meninggalkan penyakit lain di tubuhku.

Saat ini lebih banyak tinggal di rumahku di Cububur daripada di
Boyolali. Meski usia sudah 71 tahun, tapi masih sehat dan kuat pergi sendirian
Boyolali -Jakarta untuk merawatku. Sudah aku minta tidak usah ke Jakarta, aku
tidak apa-apa. Tapi ibu selalu memaksakan diri pergi hanya ingin menemuiku dan
melihat cucu-cucunya.

Sungguh sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata untuk
mengungkapkan semua isi hati. Begitu besar pengorbanannya. Begitu cintanya
seorang ibu pada anaknya.

Ibuku adalah orang yang paling indah yang menjadi idola dan
kebanggaanku. Kesuksesan yang aku capai saat ini tak lepas dari peran ibu.
Segala kemampuan, intelektual dan peran yang aku lakukan, sesungguhnya berasal
dan untuk ibuku. Sebaliknya apa yang aku lakukan semuanya adalah ingin
membahagiakan ibuku. 

Yang pasti sejak kelas 4 SD dulu, ada tumbuh keinginan aku
menjadi orang bisa dibanggakan orangtua. Aku selalu ingin berprestasi hanya
untuk membanggakan dan membahagiakan orangtuaku, khususnya ibuku. Masih ingat
aku, saat ibu mengambil raport sekolahku, betapa bangga dan bahagianya ibu aku
juara kelas.

Motivasiku untuk selalu berprestasi adalah membahagiakan ibuku.
Saat aku muncul di TV, ibu begitu bangga melihatku. Berita di korban yang ada
aku, dibaca berulang-ulang. Fotoku dengan Presiden SBY dan Presiden Jokowi
dicetak besar dan dipajang di ruang tamu di rumah ibuku di Boyolali.

Semua capaian yang aku peroleh memang aku dedikasikan ibuku.
Bahkan sampai saat inipun semua kulakukan demi ibu. Aku ingin membalas semua
kebaikan ibu dengan prestasi. Bisa menjadi kebanggaan ibuku. Ibuku memang tidak
menginginkan balasan materi. Tapi kebahagiaan dan kebanggan batiniah. Mungkin
ini sebagai salah satu darma bakti anak buat ibunya.

Terima kasih ibu. Sungguh ibu adalah surga duniawi bagiku. Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan aku seorang Ibu yang luar biasa, yang mengalirkan cinta dan kasihnya terus mengalir. Aceh24.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.