AcehBerita FotoNusantara

Tenaga Non PNS “Dikerjai” di Bener Meriah

Foto : Kebijakan eksekutif Bener Meriah, dinilai prematur terkait upah non PNS.

REDELONG-Kebijakan eksekutif di Kabupaten Bener Meriah, dinilai gagal. Kenapa tidak ? Pasalnya, non PNS dari guru yang sempat di tes ulang karena di janjikan bakal menerima jerih setara Upah Minimum Regional (UMR) hanya isapan jempol belaka.

“Setelah lulus tes ulang dan sudah di SK kan mendapat gaji Rp 700 -750 ribu. Lalu, bila harus sesuai UMR – dapat gaji darimana karena sebelumnya anggaran yang disahkan hanya Rp 18 milyar,” kata dr Jawahir salah seorang anggota DPRK Bener Meriah, Kamis (2/8).

Jawahir menilai, Keputusan Bupati Bener Meriah untuk melakukan Rasionalisasi merupakan kebijakan yang premature. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah melalui surat edaran Nomor : peg.800/470/2018  kembali melakukan pemangilan terhadap  tenaga non PNS yang ditandatangani Plt Bupati, Tgk H Sarkawi, tertanggal 1 Agustus 2018.

Sepertinya, ini akibat dari kebijakan coba-coba pembangunan di Bener Meriah akhirnya tidak terarah. Diakibatkan karena tidak adanya konsep dan perencanaan awal.

Selain itu menurut Jawahir,  proses rasionalisasi di instansi pendidikan dan kesehatan tidak sesuai dengan harapan. “ Jika diawali dengan proses yang tidak matang di tahun pertama menjabat bagaimana dengan 4 tahun kedepan tentu akan lebih tidak rasional lagi dan selalu berubah-ubah,” paparnya.

Ini merugikan banyak pihak.  Kita berharap, ke depannya kebijakan yang akan di ambil bukan kepentingan pribadi. “ Kita melihat bahwa tidak ada koordinasi antara Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya,”tegasnya.

Kebijakan premature lainnya adalah memberlakukan 6 hari masa kerja. “Ternyata setelah berjalan kembali diberlakukan 5 hari kerja sementara anggaran untuk makan siang sudah dihapus,” pungkas dr Jawahir Syahputra dari Fraksi PDI-P. Aceh24.com.

 

Foto : ilustrasi

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: