20.9 C
Aceh
4 Desember 2020
Aceh24
Aceh

Sungai Langsa Meluap. 722 Rumah Terendam

Sungai Langsa meluap

LHOKSEUMAWE– Sekitar 722 unit rumah terendam akibat sungai Krueng Langsa, meluap, Kamis dinihari (5/11).  Banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu malam.

Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Langsa melaporkan  sedikitnya 722 KK terdampak yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Langsa Kota tepatnya di Gampong Jawa, Kecamatan Langso Baro tepatnya di Gampong Geudubang. Selanjutnya Kecamatan Langsa Lama tepatnya di Gampong Pondok Pabrik, Gampong Sidodadi, Gampong Selalah Baru dan Gampong Langso Baro.

Kondisi terakhir saat ini banjir masih berlangsung dengan tinggi muka air (TMA) berkisar antara 60 cm sampai dengan 120 cm. BPBD Kota Langsa telah menurunkan dua unit perahu karet di dua lokasi berbeda serta melakukan evakuasi korban banjir. Sementara itu, Dinas Sosial Kota Langsa juga telah mendirikan dapur umum di Dusun Tanjung Putus, Gampong Jawa untuk menyuplai makanan kepada para korban terdampak.

Selain itu, tim BPBD yang berada di lokasi bencana juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar selalu waspada akan bahaya bencana hidrometeorologi  dikarenakan wilayah Aceh kerap kali diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan disertai angin kencang.

Sejalan dengan kesiapsiagaan terhadap bencana, dalam situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini tiga harian untuk Kamis (5/11) hingga Sabtu (7/11) untuk wilayah Provinsi Aceh.

BMKG memberikan peringatan waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, dapat disertai angin kencang dan petir untuk wilayah Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Tangse, Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Subulussalam, Aceh Besar, Langsa dan sekitarnya.

Sementara itu, melalui kajian InaRISK BNPB wilayah Kota Langsa di Provinsi Aceh memang memiliki kajian bahaya sedang hingga tinggi untuk bencana banjir dengan luas bahaya lebih dari 11 ribu hektar.

Sedangkan melalui kajian risiko, kota yang berada kurang lebih 400 km dari Kota Banda Aceh tersebut memiliki risiko populasi terpapar bencana banjir sebanyak 125 ribu jiwa yang tersebar di 5 kecamatan.

Demikian Dr. Raditya Jati,  Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam siaran pers yang diterima Kamis sore.

Related posts

Walikota Buka Turnamen Bola Eksekutif Jurnalis Pasee

Redaksi Aceh24

Kota Sepi Suasana Hari Pencoblosan di Lhokseumawe

Redaksi Aceh24

Banjir Landa Gorontalo 2.208 Jiwa Terdampak

Redaksi Aceh24