24.5 C
Aceh
30 Oktober 2020
Aceh24
Nusantara

Sungai Harau Meluap.

Intensitas curah hujan tinggi akibatnya sungai Harau meluap dan wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat Banjir, Sabtu (5/9). BNPB

#Wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota Banjir

JAKARTA – Bencana banjir terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Sabtu (5/9).  Banjir akibat dipicu intensitas curah hujan yang tinggi. Sungai Harau pun meluap.

Berdasarkan laporan sementara, banjir terjadi di Nagari Taram, Kecamatan Harau dan Nagari Batu Payung di Kecamatan Lereh Sago Halaban. Hasil pantauan melalui udara, beberapa rumah, ruas jalan dan area persawahan terendam banjir.

Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lima Puluh Kota masih melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi terkait, kata Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Sementara itu, menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau, sebagian besar wilayah Provinsi Sumatera Barat masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang.

Adapun beberapa wilayah tersebut meliputi, Kepulauan Mentawai (Siberut Utara, Siberut Barat), Lima Puluh Kota (Kapur IX, Gunung Mas, Bukit Barisan), Padang Pariaman (Batang Anai), Kabupaten Solok (Hampir merata di seluruh wilayah kecamatan), Kota Solok, Padang (Koto Tangah), Sijunjung (Sumpur Kudus, Koto Tujuh, Kupitan, IV Nagari, Tanjung Gadang, Sijunjung), Sawahlunto, Pesisir Selatan (Koto IX Tarusan, IV Nagari Bayang, Bayang, IV Jurai), Solok Selatan (Sangir Batang Hari, Sangir Balai Janggo), Dharmasraya (IX Koto, Asam Jujuhan, Koto Besar, Pulau Punjung)

Selain itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan petir serta angin kencang juga dapat meluas ke wilayah Padang Pariaman (Lubuk Alung), Tanah Datar, Payakumbuh, Limapuluh Kota (Lareh Sago Halaban, Situjuah Limo Nagari, Luhak, Harau, Mungka) dan wilayah di sekitarnya.

Melihat adanya dampak dari bencana yang dipicu oleh faktor cuaca dan hasil prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. Aceh24.com/ril

Related posts

Pase Adventure Offroad 2017 Ok

Redaksi Aceh24

Ini Nomor Kontak Posko Perempuan di Lombok Pasca Gempa

Redaksi Aceh24

Atlit Lhokseumawe, Sudah Raih 3 Emas di Popda XV Takengon

Redaksi Aceh24