Sumur Warga Kering, Air PDAM Tirta Mon Pase Dituding Warna Kuning

Foto : Bak air warga Blang Peuria, Gedong, mengeluarkan air PDAM Tirta Mon Pase, Aceh Utara, Kuning, Istimewa

LHOKSEUMAWE- Sejumlah sumur warga di Gampong Blang Peuria, Gedong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, mengalami kekeringan.  Ingin memenuhi kebutuhan air bersih warga memanfaatkan air PDAM Tirta Mon Pase perusahaan milik Pemerintah Daerah Aceh Utara.  Sayangnya, air yang disitribusikan  justru mengeluarkan warna kekuning-kuningan.

“Air sumur kami sudah kering karena tidak hujan. Kalu mau butuh air kita gunakan air PDAM Tirta Mon Pase. Tetapi, air yang keluar kok warna kuning. Yang jelas tidak layak konsumsi buat air minum,” kata Ramadhan, Sabtu (16/2/2019).

Menurut pemuda yang masih menempati kediaman bersama orang tuanya itu, karena air PDAM Tirta Mon Pase juga tidak bisa mereka manfaatkan buat mandi, terlebih lagi untuk kepentingan air minum justru membuat warga gampongnya kecewa.

Sementara itu, Kepala Teknik bidang Distribusi PDAM TIrta Mon Pase, Aceh Utara, Feri yang dikontak ulang Aceh24.com mengaku belum menerima laporan kalau warga Gampong Blang Peuria, Gedong, menerima air kuning.

“Saya belum tau itu. Gampong apa namanya. Dan, segera kita cek. Kenapa air bisa kuning yang keluar,” kata Feri.

Lebih lanjut disebutkan, besar kemungkinan air berwarna kekuning-kuningan tidak terlepas dari kondisi cuaca yang tidak turun hujan di kawasan tersebut. Namun, semua diakui Feri pihaknya akan melakukan tugas cek langsung ke lokasi.

 

Sepuliuh menit kemudian, Feri kembali menghubungi Aceh24.com mengatakan kalau di lokasi yang dimaksud ternyata air PDAM Tirta Mon Pase Aceh Utara, baik-baik saja. “Sudah di cek oleh petugas. Air yang keluar baik-baik saja,” papar Feri sambil mengharap warga yang mengalami air kekuning-kuningan bisa mendatang langsung ke petugas piket.

Sekedar mengingatkan, Ramadhan warga Geudong, sehari sebelumnya  menyebutkan sumur di kawasan pemukiman penduduk sudah mengering. Kedalaman sumur memanfaatkan 14 cincin. Air yang ada seperempat cincin saja.

“Tapi sekarang jangankan satu cincin, seperempat cincin air sumur tinggal. Itu pun kalau diambil airnya sudah kena tanah,” ungkap Ramadhan.

 

Facebook Comments
CATEGORIES
TAGS
Share This