AcehBerita FotoNusantara

Spanduk BNI Disita Satpol PP

Foto : Spanduk menyalahi izin dan yang tak punya ditertibkan Satpol PP Kota Lhokseumawe, Kamis (19/4). Istimewa

LHOKSEUMAWE- Puluhan spanduk tanpa izin disita satpol PP Kota Lhokseumawe, Kamis, (19/4). Sebagian spanduk justru milik bank plat merah yang disebutkan menyalah izin.

Kasat Pol PP Irsyadi menjawab Aceh24.com, siang membenarkan pihaknya telah menurunkan spanduk yang tak memiliki izin atau menyalahi perizinan yang ada. “Kita telah menurunkan spanduk yang di pasang di BNI Syariah.  Ya, itu dilakukan karena tidak memiliki izin,” kata Irsyadi.

Didampingi Ka Ops Satpol PP, M Iqbal,  lebih lanjut dikatakan, spanduk di turunkan di BNI Syariah seperti berbentuk promosi. Namun, berbeda dengan izin yang ada. “Izin yang ada beda . Tapi di pasang spanduk bertuliskan umroh. Ini kan promosi,” tambah Irsyadi.

Jadi, bila berbentuk spanduk promosi harus ada izin dari Pemerintah Kota Lhokseumawe. “Jangan izin untuk hal ini, tapi yang di pasang spanduk lain. Dan, setiap spanduk juga punya stiker masa berlakunya yang di temple pada spanduk dimaksud,” papar mantan Camat Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe ini menjelaskan.

Pantauan Aceh24.com, peristiwa penurunan spanduk tidak hanya dilakukan di kawasan kantor BNI Syariah, Lhokseumawe. Tetapi juga yang terpajang di sekitar jalan protocol yang berpenghuni sekitar 200 ribu jiwa itu.

Dengan adanya penertiban ini, tentu saja selain akan memperindah kota juga meningkatkan PAD Kota Lhokseumawe. Hanya saja, beberapa warga yang melihat kegiatan itu, berharap petugas Satpol PP Lhokseumawe, tidak pilih kasih dalam menurunkan spanduk.

“Bagus juga penertiban itu. Selain dapat memperindah kota juga dengan ketatnya peraturan pasang spanduk akan menambah income atau PAD Kota Lhokseumawe,” kata  Iskandar warga kampong Kramat.

 

Foto : Spanduk menyalahi izin dan yang tak punya ditertipkan Satpol PP Kota Lhokseumawe, Kamis (19/4). Istimewa.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: