AcehBerita FotoNusantara

Siapa Bertanggungjawab Defisit APBK Aceh Utara Rp 225 Miliar-

Foto : Pengesahaan APBK TA 2018 Aceh Utara, Rabu malam (27/12). Sayangnya defisit sampai Rp 225 miliar saat disampaikan Bupati H Muhammad Thaib, hingga hari ini tidak ada kejelasan. istimewa

Kemana Uang Defisit APBK Aceh Utara Rp 225 Miliar ?

# Siapa Bertanggungjawab !

LHOKSUKON- Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) TA 2018 Aceh Utara, sudah diketok palu, Rabu malam (27/12). Namun info defisit anggaran sampai Rp 225 miliar pasca pilkada Bupati Aceh Utara 2017, tak tahu dimana rimbanya.

Masih tanda tanya bagi masyarakat Aceh Utara,  hingga H-3 berakhir 2017.  Bagaimana, kemana, siapa, kenapa dan apa penyebab bisa defisit Rp 225 miliar.

Peristiwa ini termasuk langka. Kenapa tidak ? Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib sebagai petahana dalam pilkada 2017 saja sempat mempertanyakan kembali dalam rapat masa persidangan LPJ 2017, Senin sore (2/10) lalu di gedung DPRK setempat.

Tak itu saja, bupati yang disapa Cek Mad, sampai mengeluarkan unek-unek di atas mimbar akan meminta pemeriksaan internal “Saya akan minta pemeriksaan secara internal. Siapa yang kena-kena lah,” paparnya kala itu.

Dijelaskan bupati yang di usung dari Partai Aceh (PA) ini, saat dirinya mengambil cuti karena mencalonkan lagi sebagai bupati – kas Aceh Utara, masih punya Rp 96 miliar. “Kenapa hanya beberapa hari saya cuti, uang bisa habis,” ungkapnya.

Sudah habis dana Rp 96 miliar dalam kas daerah, eh malah bisa terjadi defisit sampai Rp 225 miliar.

Dengan demikian, total pasca cuti orang nomor 1 itu saja, APBK Aceh Utara, bisa mengalir deras keluar sampai Rp 312 miliar. Sungguh luar biasa. Ngak sampai 2 bulan kok !.

Soal dana APBK Aceh Utara, bisa defisit demikian banyak ternyata tak dapat dilupakan oleh Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib. Buktinya, Selasa (26/12) kemarin, saat dikonfirmasi  Aceh24.com meminta menelusuri dan publikasi lebih luas lagi.

Sayangnya, pejabat teras di lingkungan Kabupaten Aceh Utara, kala Muhammad Thaib, mengambil cuti – ketika dikonfirmasi semua tutup mulut. Baik itu, Pj Bupati M Jamil, Sekda Abdul Aziz, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) M Nasir, kalangan Asisten, Kabag Umum Setdakab dan Kabag Humas Pemkab Aceh Utara, T Nadirsyah selaku juru bicara, juga bungkam seribu bahasa.

Nah, lalu bagian inspektorat pemerintah setempat- menyingkapi defisit Rp225 miliar ? Dra Salwa juga lebih memilih bungkam seribu bahasa. Kenapa tidak ? di telepon tang menjawab, Whatsapp dan sms tak dibalas.  Sepertinya pada ketakutan semua.

Haruskah pihak kepolisian dan  kejaksaan turun tangan ? Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: