AcehBerita FotoNusantara

Setelah Penambahan 40 Hari Masa Penahanan, Lagi KPK Periksa Irwandi

Tim Anti Rasuah geledah kantor Pemerintah Bener Meriah, terkait OTT Ahmadi, (10/7). ist

LHOKSEUMAWE-Setelah KPK menambah masa  penahanan Gubernur Aceh (non aktif) Irwandi Yusuf selama  40 hari kedepan. KPK hari ini mulai agendakan pemeriksaan silang terhadap  tiga saksi untuk tersangka lainnya.

  • Demikian Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah kepada Aceh24.com, Selasa menjelang siang (24/7/2018). “Dua saksi yang juga menjadi tersangka diperiksa untuk tersangka IY, Gubernur Aceh,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, kedua tersangka menjalani pemeriksaa silang yaitu T Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

“Dan Irwandi Yusuf juga diagendakan pemeriksaannya sebagai saksi untuk tersangka HY,” tambah Febri.

Sekedar meningatkan,  KPK menjerat Irwandi Yusuf sebagai tersangka terkait  DOK Aceh 2018 yang jumlah kucurannya mencapai Rp 8 triliun.

Ditengarai DOK Aceh 2018 sarat dengan komitmen fee 8 persen. Bahkan, selanjutnya KPK sempat menyentil adanya kode 1 meter segala.

“Kembali kepada sumpah jabatan dan amanah dalam mengemban tugas sebagai aparatur pelayan masyarakat untuk memakmurkan masyarakatnya,” kata Wakil Ketua KPK, Irjen Pol Basaria Panjaitan, SH,MH di Jakarta, Rabu lalu (4/7).

Manfaatkan sumber daya dan anggaran yang diamanahkan pemerintah sebaik-baiknya, tambah wakil KPK kelahiran Pematang Siantar ini.

Seperti pemberitaan sebelumnya, KPK menetapkan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah, terkait dana Otsus yang digelontorkan dalam APBN 2018 untuk provinsi paling barat nusantara ini sebanyak Rp 8 triliun.  KPK pun membawa 9 orang ke Jakarta dari hasil OTT di Takengon dan Banda Aceh, Selasa (3/7).

Penangkapan diawali saat tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang Rp 500 juta di sebuah hotel di Banda Aceh,  Selasa siang dari MYS kepada FDL.

Lalu diduga FDL menyetor uang ke BCA dan Bank Mandiri, masing-masing Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta.

Selanjutnya, tim anti  rasuah mengamankan FDL bersama beberapa temannya di sebuah Café di Banda Aceh. Dan dilanjutkan pengembangan mengamankan beberapa orang di lokasi terpisah.  Seperti TSB diamankan disebuah kantor rekanan dengan uang Rp 50 juta. Lalu, HY teman TSB disebuah café sekira pukul 18.30.

Tak sampai disitu saja, tim bergerak menuju Pendopo Gubernur sekira pukul 19.00 WIB dan mengamankan Irwandi Yusuf kemudian dibawa ke Mapolda Aceh untuk pemeriksaan.

Secara paralel, di Bener Meriah, mengamankan Bupati Ahmadi, sopir dan ajudannya di sebuah jalan Takengon, pukul 19.00 WIB.  Dilanjutkan DLM pukul 22.00 wib di kediamannya di Bener Meriah.

Kontruksi perkara, diduga pemberian  Bupati Bener Meriah Ahmadi kepada Gubernur Aceh Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar terkait fee ijon proyek dana otsus 2018.

Diduga pemberian tersebut merupakan komitmen  fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintahan Aceh, dari setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA, ulas  Basaria.

“Kami sungguh menyayangkan hal seperti ini masih terjadi. Dana otsus 2018 justru diwarnai dengan praktek korupsi. Padahal seharusnya manfaat dana tersebut dirasakan oleh masyarakat Aceh,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dana Rp 8 triliun itu seyogyanya bisa mensejahterakan masyarakat dalam bentuk  bangunan infrastruktur seperti jalan , pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengentasan kemiskinan, pendanaan pendidikan, social dan kesehatan. Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: