AcehBerita FotoNusantara

Seorang Terinfeksi Difteri Meninggal di Lhokseumawe

Foto : Petugas sosialisasi pencegahan Difteri dari Puskesmas Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe, saat berada di Kantor Geuchik, Keude Aceh, Kamis (1/3).

Seorang Terinfeksi Difteri dan Meninggal di Lhokseumawe

# Sosialisasi Suntik Difteri Diminati Masyarakat

LHOKSEUMAWE-Sedikitnya 210 pasien telah di suntik Difteri dalam tiga hari terakhir ini di Lhokseumawe. Pasien tidak hanya anak-anak namun kalangan dewasa dan tua,ikut ambil bagian.

Penyakit difteri sendiri merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular dan bisa mengancam nyawa jika tidak segera ditangani. Difteri biasanya terjadi pada tenggorokan, hidung, terkadang pada kulit dan telinga.

Pantauan Aceh24, Kamis siang (1/3) di Kantor geuchik Keude Aceh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, antusias warga memanfaatkan suntik gratis difteri cukup baik

Salah seorang petugas sosialisasi dari Puskesmas Moun Geudong, Hasanah saat ditanya menyebutkan sudah 210 orang yang disuntik difteri dalam tiga hari terakhir ini.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Lhokseumawe, Said Alam membenarkan upaya suntik difteri terus disosialisasi ke masyarakat di empat kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe.

Didampingi dr Helizar, upaya pencegahan difteri terus dilakukan baik di sekolah-sekolah maupun di tempat pertemuan masyarakat. “Yang penting masyarakat untuk tidak panik soal ini. Suntik Difteri merupakan upaya pencegahan. Bawa saja anak saat kegiatan pos yandu,” kata dr helizar kepada Aceh24

Lebih lanjut dikatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan sosialisasi difteri ke sekolah-sekolah. Jadi, kepada ibu atau bapak guru mohon memberikan izin bila ini dilaksanakan nantinya di sekolah. “Juga akan masuk petugas kita ke perkampungan untuk sosialisasi suntik difteri ini,” katanya.

“Anak usia 7 tahun sangat penting suntik difteri sebagai upaya pencegahan. Namun, yang dewasa pun tidak ada salahnya bila suntik difteri,” ujar dr Helizar lagi.

Disinggung soal adanya pasien terserang difteri hingga meninggal, dr Helizar membenarkannya. “Ya, ada seorang anak meninggal terserang difteri di Kecamatan Blang Mangat. Tapi maaf ya, kita tidak bisa sebutkan namanya karena ini menyangkut status social,” ujar Helizar.

 

Foto : Petugas sosialisasi pencegahan Difteri dari Puskesmas Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe, saat berada di Kantor Geuchik, Keude Aceh, Kamis (1/3). Aceh24

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: