Seorang Polisi Reaktif COVID-19 di Aceh Utara

0
126
Seorang anggota polisi di Polres Aceh Utara, reaktif COVID-19 dari 64 Personil yang Ikut Rapid Tes, Jum’at (5/6)

# 29. 521 Positif Secara Nasional

LHOKSUKON – Seorang anggota Polisi di Polres Aceh Utara, reaktif COVID-19. Hal ini tentu saja hasil rapid tes yang dilakukan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Kapolres  Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto  membenarkan seorang anggotanya reaktif pandemi corona setelah dilakukan rapit test terhadap 64 Personel Polres Aceh Utara, Jum’at (5/6).

“Personel tersebut akan menjalani karantina mendiri sambil menunggu pemeriksaan swab PCR di RSU Cut Meutia,” ungkap Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasubbag Humas Iptu Sudiya Karya.

Ia mengatakan, untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan metede PCR (polymerase chain reaction).

“Tentunya kita berharap personel ini negatif hasil test swab,” ujarnya.

Ia menambahkan, rapid test dilakukan secara acak terhadap personel Polri yang sering beraktivitas dan bertemu secara langsung dengan warga di tengah pandemi Covid-19.

Rapit test tersebut juga diikuti Kapolres Aceh Utara dan sejumlah pejabat utama dan personel.

Sementara itu, kasus terkonfirmasi Positif secara nasional naik 703, Pasien Sembuh 551 dan Meninggal 49. Demikian disampaikan Pemerintah Indonesia  melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jum’at.  Totalnya menjadi 29.521 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 9.443 setelah ada penambahan sebanyak 551 orang. Selanjutnya untuk kasus meninggal bertambah 49 orang sehingga totalnya menjadi 1.770.

“Kasus baru yang konfirmasi COVID-19 positif sebanyak 703, sehingga totalnya menjadi 29.521,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta,

Adapun akumulasi data kasus tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 380.973 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 101 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 62 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 186 lab. Secara keseluruhan, 256.810 orang telah diperiksa dan hasilnya 29.521 positif (kulumatif) dan 227.289 negatif (kumulatif).

Kemudian untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masih dipantau ada sebanyak 49.320 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang masih diawasi ada 13.592 orang. Data tersebut diambil dari 34 provinsi dan 420 kabupaten/kota di Tanah Air.

Sementara itu, data provinsi 5 besar dengan kasus positif terbanyak secara kumulatif adalah mulai dari DKI Jakarta 7.766 orang, Jawa Timur 5.549, Jawa Barat 2.366, Sulawesi Selatan 1.726, Jawa Tengah 1.537 dan wilayah lain sehingga totalnya 29.521.

Berdasarkan data yang diterima Gugus Tugas dari 34 Provinsi di Tanah Air, Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penambahan kasus sembuh tertinggi yakni 2.751 disusul Jawa Timur sebanyak 1.207 Jawa Barat 764, Sulawesi Selatan 673, Jawa Tengah 407 dan wilayah lain di Indonesia sehingga total mencapai 9.443 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan akumulasi data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 20 kasus, Bali 524 kasus, Banten 989 kasus, Bangka Belitung 81 kasus, Bengkulu 92 kasus, Yogyakarta 238 kasus.

Selanjutnya di Jambi 101 kasus, Kalimantan Barat 205 kasus, Kalimantan Timur 317 kasus, Kalimantan Tengah 484 kasus, Kalimantan Selatan 1.213 kasus, dan Kalimantan Utara 167 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 223 kasus, Nusa Tenggara Barat 757 kasus, Sumatera Selatan 1.074 kasus, Sumatera Barat 607 kasus, Sulawesi Utara 391 kasus, Sumatera Utara 537 kasus, dan Sulawesi Tenggara 257 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 136 kasus, Lampung 141 kasus, Riau 117 kasus, Maluku Utara 178 kasus, Maluku 254 kasus, Papua Barat 175 kasus, Papua 918 kasus, Sulawesi Barat 92 kasus, Nusa Tenggara Timur 97 kasus, Gorontalo 121 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus. Ril-Aceh24.com

polres lsm

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.