Satu Semester 2020: PIM Realisasi Produksi 351.161 Ton Pupuk Urea dan Amonia

0
275
Dirut PT PIM, Husni Achmad Zaki mengelar konferensi pers terkait realisasi produksi pupuk urea dan amonia sepanjang semester 1 dengan realisasi 351 ribu ton lebih.

KRUENG GEUKUEH-Hanya rentang 6 bulan  PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) realisasi produksi pupuk urea dan produksi ammonia mencapai 351.161 ton. Tentu saja, dari rencana awal pada tahun 2020 produksi pupuk urea 300.000 ton, realisasi di semester 1 ini 217.814 ton dan produksi amoniak 180.000 ton, realisasi 133.347 ton.

Demikian Dirut PT PIM, Husni  Achmad Zaki dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan media cetak, online dan elektronik  yang berlangsung di Keupula, PT PIM, Kamis sore (2/7/2020).

Turut menemani Dirut PT PIM, Direktur Produksi Teknik dan Pengembangan Ir Pranowo Tri Nusantoro, Direktur Komersil Rohan Syamsul Hadi dan Direktur SDM dan Umum, Ir Usni Syafrizal, MM

Sementara itu, Maneger Humas PT PIM, Nasrun dalam siaran pers yang diterima Aceh24.com menyebutkan alokasi pendistribusian tahun 2020 sebesar 300.771 ton untuk memenuhi enam wilayah cakupan distribusi PIM.

Yaitu  Aceh, Sumut Sumbar, Riau, Kepri dan Jambi. Realisasi penyaluran sampai dengan bulan Juni 2020 sebesar 183.633 ton atau 61,05 %

Dijelaskan, khusus untuk wilayah Aceh, sesuai SK Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tahun 2019 No. 820/932/VI.I. alokasi pupuk Urea bersubsidi sebesar 56.807 ton dengan rincian, Banda Aceh 22 ton, Aceh Besar 2.640 ton, Pidie 6.104 ton, Pidie Jaya 2.899 ton, Bireuen 5.112 ton, Lhokseumawe 58 ton, Aceh Utara 7.478 ton, Aceh Timur 5.723 ton, Langsa 450 ton, Aceh Tamiang 1.755 ton, Aceh Jaya 1.297 ton, Aceh Barat 2.060 ton, Nagan Raya 2.520 ton, Simeulue 457 ton, Aceh Barat Daya 2.441 ton, Aceh Selatan 2.212 ton, Aceh Singkil 1.449 ton, Subulussalam 1.640 ton, Bener Meriah 2.594 ton, Aceh Tengah 1.716 ton, Gayo Lues 1.907 ton, dan Aceh Tenggara 4.273 ton. R

“Realisasi penyaluran Urea subsidi khusus wilayah Aceh sampai dengan bulan Juni 2020 sebesar 38.615 ton atau 67,98 persen,” kata Nasrun

PIM akan terus berkomitmen sesuai visi yang telah dicanangkan yaitu menjadi Perusahaan Pupuk dan Petrokimia yang kompetitif. Demi mencapai cita-cita tersebut, rencana-rencana pengembangan telah dicanangkan. Dimulai dengan pembangunan pabrik NPK menjadi salah satu produk diversifikasi PIM dengan progress fisik sampai Juni 2020 sebesar 34,37% dan direncanakan selesai pada Desember 2021.

Selanjutnya, PIM akan melakukan komersialisasi terhadap aset eks PT AAF tersebut. Di antaranya adalah penyewaan lahan pabrik kepada investor yang berminat dan kerjasama operasi melalui pemanfaatan pabrik H202 serta pelabuhan eks PT AAF. Aceh24.com

polres lsm

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.