PWA Sinyalir Wartawan Ingin Dibakar Hidup-Hidup

0
14
loading...
Logo Persatuan Wartawan Aceh

PWA Duga Pelaku Ingin Bakar Hidup-hidup Wartawan
“Terkait Pembakaran Rumah Asnawi”

LHOKSEUMAWE- Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Maimun Asnawi, SH.,M.Kom.I, mengecam dan mengutuk keras atas dugaan pelaku pembakaran rumah Asnawi wartawan di Aceh Tenggara, pada Selasa (30/7/2019) pukul 01.30 dini hari.

Pelaku bukan saja membakar rumahnya, tapi ingin membakar Asnawi bersama keluarga yang terlelap tidur didalam rumah. Untung saja, Asnawi terbangun setelah mendengar teriakan warga setempat saat api mulai membesar membakar rumahnya. Asnawi adalah wartawan Serambi Indonesia yang juga mantan Ketua DPW Persatuan Wartawan Aceh Kabupaten Aceh Tenggara.

“Jika benar rumahnya dibakar dan bukan terbakar maka ini menjadi persoalan serius bagi dunia wartawan di bumi Aceh, karena pelaku sangat sadis. Kalau ada pemberitaannya selama ini membuat orang lain tidak senang, kan bisa memberikan hak jawab, hak koreksi atau mengadukan ke Dewan Pers,”tegas Ketua Umum Persatuan Wartawan Aceh, didampingi Sekretaris Jenderal, Erwin, S.IAN, dalam relisnya kepada media.

Menurut dia, ini merupakan sebuah keprihatinan yang mendalam bagi kita semua wartawan di Aceh. Dan perlu diketahui wartawan adalah pilar ke empat demokrasi yang setiap saat menyuarakan kebenaran, keadilan bagi seluruh masyarakat. Apabila musibah yang didalami oleh Asnawi murni disebabkan ketidaksenangan seorang-seorang atas pemberitaannya maka kami dari PWA menyatakan sikap.
1. Kasus itu merupakan sebuah perbuatan yang membungkam tugas dan fungsi wartawan atau membatasi kebebasan pers dalam meliput dan memberikan informasi kepada masyarakat.
2. Mendesak Polres Aceh Tenggara untuk bekerja cepat dalam mengungkap kasus dugaan pembakaran rumah wartawan yang juga mantan Ketua DPW PWA Aceh Tenggara.
3. Kami menduga ada aktor yang menyuruh membakar rumah dan termasuk membakar Asnawi bersama keluarga secara hidup-hidup.
4. Jika benar kasus pembakaran itu dilakukan oleh orang suruhan oknum tertentu maka ini telah berdampak buruk bagi kebebasan pers di Aceh kedepan.
5. Kami Persatuan Wartawan Aceh siap melawan siapapun kelompok kejahatan dan pelaku kriminalitas terhadap wartawan di Aceh.
6. Wartawan bekerja sesuai dengan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, dalam pasal 18 disebutkan, menghalang-halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya. Pelaku bisa dikenakan pidana.
Tertanda
Ketua Umum DPP Persatuan Wartawan Aceh
Maimun Asnawi, SH.M.Kom.I

Sekretaris Jenderal DPP Persatuan Wartawan Aceh
Erwin, S.IAN.

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.