Proyek Rumah Dhuafa Rp 88 Miliar Ditunda, BEM FH Unimal Laporkan Ke KPK

0
166
BEM FH Unimal saat menggelar orasi beberapa waktu lalu di Lhokseumawe. ist

LHOKSEUMAWE-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum  Universitas Malikussaleh ( FH Unimal) soroti soal proyek rumah dhuafa 1.100 unit  di Provinsi Aceh yang menelan dana Rp 88 Miliar.

Ironisnya, rumah dhuafa perunit dianggarkan Rp 80 juta justru ditunda. Padahal, rencana pembangunan  telah di anggarkan dan akan dilaksanakan oleh Baitul Mall Aceh sejak tahun 2018 itu belum juga selesai dibangun di tahun 2019 akhir.

“Miris, anggaran Rp 88 miliar  yang dianggarkan dari APBA dan lolos verifikasi sejak 2018 untuk rumah dhuafa belum selesai, bahkan kami dapat kabar ini ditunda tanpa alasan yang jelas” Ucap Arwan Syahputra, Departemen Advokasi Bem FH Unimal, dalam keterangan yang diterima Aceh24.com, Selasa (26/11). 

“Jadi kalau sudah di anggarkan harusnya sudah selesai.  Jika seperti ini kan rakyat Aceh yang berharap malah kecewa melihat info bahwa ditunda dan dilanjutkan di 2020,kapan  lagi siapnya,” ungkap mahasiswa hukum yang akrab disapa Bung Arwan itu

Oleh karena itu, BEM FH Unimal  akan melaporkan hal ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa hal tersebut.

“Ini proyek sudah senilai Rp 88 miliar, nanti akan kita surati KPK akan hal ini untuk memeriksa pihak yang terkait  soal pembangunan 1. 100 Rumah Dhuafa itu” ungkapnya.

Dia menambahkan,  yang penting akan kita usut tuntas karena penundaan proyek ini irasional. Dan,  akan kita kawal juga kita laporkan ke KPK.

“Anehnya mobil dinas Rp 100 miliar  di anggarkan. Tetapi masalah rumah rakyat justru ditunda,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Rahmad Raden kepada wartawan sebelumnya mengatakan bantuan rumah dhuafa tersebut tidak dibatalkan. Namun, pengerjaannya ditunda dan akan dilanjutkan pada 2020 mendatang. 

“Bahasanya bukan dihentikan akan tetapi ditunda, karena kalau dilanjutkan tahun ini kemungkinan besar dan diperhitungkan waktunya sudah tidak cukup. Jadi waktunya tidak cukup untuk pembangunan. Makanya ditunda daripada nanti tidak selesai,” katanya. 

 “Rencananya akan dilanjutkan tahun 2020. Rumah itu dibangun bukan menggunakan dana zakat tetapi dana infak. Dana infak dan zakat yang ada di Baitul Mal itu secara aturan adalah pendapatan asli Aceh,” pungkas Rahmat. Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.