Pingin Mie Sure YNCI Libas Lintas Laweung

0
104
Komunitas YNCI Chapter Lhokseumawe, nikmati lintas Laweung, Pidie seusai touring ke KM 0 Sabang, Pulau Weh, Senin (18/11).Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Kapal jenis Roro -BRR baru saja mendarat di Ulee Lhe, setelah 2 jam meninggalkan pulau Weh, Sabang, Senin (18/11) sekira pukul 09.45 WIB.

Dari ratusan penumpangnya, ada komunitas sepeda motor Yamaha  yang tergabung dalam YNCI Chapter Lhokseumawe. Mereka sebelumnya selama dua hari tiga malam berada di pulau paling barat nusantara ini.

Keindahan Pulau Rubiah.

Sudah menikmati keindahan hutan di tugu KM 0. Kemudian, nikmati beningnya air pulau Rubiah. Dilanjutkan dengan mengelilingi lokasi ‘Karantina Haji’ yang telah ada sejak tahun 1920 M.  “Karantina pulau Rubiah adalah objek bersejarah dalam riwajat perjalanan Haji Indonesia dan tempat ini merupakan pusat karantina Haji pertama di Indonesia” tertulis di prasasti.

Belum merasa puas juga, rombongan memacu kenderaan berlogo garputala itu ke lokasi benteng Jepang. Tentu saja, pantai Gapang sudah terlebih dahulu dinikmati bersama lokasi wisata pantai Sumur 3. Dikawasan benteng Jepang. Paling tidak ada lima benteng yang tersembunyi antara besarnya karang.

Benteng Jepang dengan meriamnya. Aceh24.com

Namun, hanya satu benteng yang terlihat meriamnya. Sayangnya, coret sana sini telah menghiasi buruknya benteng bersejarah itu.

Tak berlama lama disitu. Mengingat objek wisata lain masih banyak di pulau Weh ini.  Seusai itu, pantai pasir hitam pun tak dilewatkan.   YNCI kembali meluncur langsung ke pusat Kota Sabang.  Ya, tentu saja bermalam lagi.

Memanfaatkan fasilitas penginapan ‘Wisma Kasih Sayang’ rombongan rehat sejenak.  Seusai menunaikan solat Isa,  ternyata banyak peserta yang pingin nikmati sate gurita. Mau-tak mau, lagi-lagi pak  Maimun  yang disapa kalangan anak muda,harus mengikuti selera. Yamaha X Max warna putih milik bos Mega Motor ini ikut dipacu lagi menemani makan sate.

Pingin coba juga ? Boleh. Karena satu porsi sate gurita dibandrol Rp 20 ribu. Tetapi, jangan lama-lama pesan ya. Sebab, banyak yang antri. Takutnya, ngak kebagian tuh sate gurita. Pukul 23.00 WIB, rombongan kembali penginapan untuk mengaso.

                                                        Pelabuhan Balohan

Jam masih menunjukkan pukul 05.00 WIB, deru mesin N Max dan X Max sudah terdengar.  Sementara pemiliknya  sudah berebut duluan mandi pagi.  Ya, takut ketinggalan kapal penyebrangan dari Balohan menuju Ule Lhee.

Ngopi seadanya dipenginapan yang ditemani roti berlapis gula, bergegas rombongan YNCI meluncur ke pelabuhan. Sesampai disana, sudah banyak yang antri. Tak terkecuali pemilik sepeda motor, kenderaan roda empat maupun truk. Pukul 07. 10 WIB, satu persatu kenderaan masuk ke kapal BRR itu.

Sekitar 2 jam perjalanan kapal pun tiba di Ule Lhee dengan selamat di setelah menempuh 18,8 mil selat Benggala.

                                                 Banda Aceh – Laweung

Sebelas scuter matic katagori brongsor kembali menderu. Mencoba menikmati keindahan lintasan Laweung, sangat menarik.  Jam menunjukkan pukul 10.00 WIB. Rombongan berkumpul sejenak di hamparan luas pelabuhan Ulee Lhe.  Aba-aba ajakan rubah rute lewat Laweung keluar dari Afiet Chan, Ketua YNCI Chapter Lhokseumawe.

Langsung disambut CEO Mega Motor, Maimun dan lainnya. Apa lagi, diembel-embeli bakal menikmati Mie Ikan Tongkol di Laweung. Ya, penulis sendiri pun belum pernah melintas jalan tersebut.

Memanfaatkan jalan menuju Krueng Raya masih terlihat kepadatan lalu lintas. Memasuki lintasan Laweung, kian sepi. Hanya bukit ditumbuhi pohon jemblang dikiri kanan. Selebihnya, keindahan pantai sepanjang memasuki Kabupaten Pidie.

Ternyata, anda belum beruntung. Sesampai kawasan perkambungan Laweung yang khusu menjual mie sure tak jualan. “Yang jual lagi antar pengantin. Jadi ngak jualan hari ini,” sebut seorang warga setempat.

Wajah kecewa terlihat menghiasi rombongan. Kenapa tidak, setelah menempuh hampir 80 km dari Banda Aceh, eh, makanan yang enak malah tidak jualan. Apa lagi, perut sudah keroncong. Memang sengaja tidak diisi. Agar bias tambah nantinya makan mie ikan tongkol.

“Belum beruntung. YNCI Jak Lom,” kata om Satir memecah kesunyian dan membuat  rombongan tertawa.

Perut tak bisa kompromi lagi, rombongan langsung balik arah menuju jalan nasional. Setelah lebih satu jam perjalan atau sebelum memasuki grong-grong, terlihat warung nasi di sisi selatan jalan. Ramai kenderaan parkir. Tanpa basa basi lagi, langsung menepi.

“Tak ada mie ikan sure, makan nasi ditemani ayam goreng pun jadi,” komentar Coco yang sengaja datang ikut nimbrung touring dari Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dengan lahap hidangan habis. Pelayan pun bingung lihat nikmatnya peserta menyantap. Kenapa tidak ? Jam sudah menunjukkan pukul 15.15 WIB. Perut baru diisi sejak pagi tadi.

Dengan ucapan Bismillah, sebelas sepeda motor Yamaha N Max dan X Max, kembali bergerak menuju Lhokseumawe. Tentu saja setelah sejam istrahat.

Rombongan kembali berhenti di Ulee Glee. Isi BBM dan Ngopi lagi. Alhamdulilah, pukul 20.15 WIB dengan selamat tiba di Lhokseumawe.

Touring KM 0 Sabang, bakal terwujud lagi. Komunitas YNCI Chapter Lhokseumawe, tak dapat melupakan keindahan dan keramahan masyarakatnya bagi pendatang. “Nanti kita Jak lom,” pungkas Afiet Chan.

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.