20.2 C
Aceh
25 Januari 2021
Aceh24
Aceh Berita Foto Nusantara

Persatuan Wartawan Aceh Kecam Aksi kekerasan Menimpa Jurnalis

Aksi para jurnalis di Lhokseumawe, beberapa waktu lalu, menolak tindak kekerasan terhadap pekerja pers. Ist

Persatuan Wartawan Aceh Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Jurnalis

LHOKSEUMAWE-Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Aceh (PWA) sangat menyayangkan aksi premanisme oknum polisi jajaran Polres Bajumas, Jawa Tengah, Senin malam lalu, terhadap wartawan yang melakukan tugas peliputan di halaman kantor Bupati setempat.

Kenapa tidak, setelah Darbe Tyas (Metro TV) mengalami luka beberapa bagian di tubuh, kartu pers dirampas dan kaca mata rusak, giliran  empat wartawan lain mengalami intimidasi dan perampasan alat dokumentasi.

Dia adalah Agus Wahyudi (Suara Merdeka), Aulia El Hakim (Satelitpost), Maulidin Wahyu (Radar Banyumas) dan Dian Aprilianingrum (Suara Merdeka).

“Nah, terulang lagi. Ini sangat disayangkan. Masih terkesan adanya anggota jajaran Polres Bajumas belum tanggap atas tugas wartawan,” kata Pembina PWA Idris Bendung.

Menurut dia, atasnama DPP PWA, jelas-jelas mengecam aksi yang dilakukan oknum anggota polisi Bajumas dengan sejumlah jurnalis yang sedang melakukan tugas peliputan. “Ini tidak bisa didiamkan. Kapolri perlu ambil sikap tegas atas tindakan anak buahnya,” pinta Idris salah seorang wartawan Harian Rakyat Aceh, grup Jawa pos, kepada Aceh24.com, Rabu (11/10).

Permintaan serupa pun datang dari Muhammad Jafar Yusuf, SHI,MA seorang praktisi dan jurnalis TV Global di Lhokseumawe, “Segera lakukan penindakan. Proses hukum sesuai perundang undangan berlaku,” katanya.

Menurut jurnalis ini yang baru saja usai memberikan pelatihan basic training HMI Lhokseumawe-Aceh Utara, saat dijumpai Aceh24.com, bukankah aktivitas jurnalistik dilindungi oleh pranata hukum yang berlaku dan kode etik jurnalistik.

Sementara itu, situs resmi Tribratanews, Jateng merilis atasnama Kapolda Jawa Tengah meminta maaf atas insiden menimpa wartawan dan kalangan mahasiswa.

Tentu saja sebelumnya dilakukan jumpa pers oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono dan Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto.

“Kami atas nama Kapolda Jawa Tengah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tadi malam yang menyebabkan luka-luka yang dialami mahasiswa dan rekan media,” kata Kapolda Jateng Condro saat jumpa pers di Akpol, Semarang, Selasa (10/10/2017).

Tidak saja meminta maaf, tetapi  pihak kepolisian Jateng juga akan bertanggung jawab dalam biaya pengobatan dan  penggantian / perbaikan barang-barang milik korban yang rusak.

Sekedar mengingatkan, kejadian tindak kekerasan dialami wartawan  berawal saat terjadi aksi pembubaran massa aksi demo penolakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet oleh Polisi dari Polres Banyumas dan Satpol PP, sekitar pukul 22.00 WIB di halaman Kantor Bupati Bajumas. .Aceh24.com

 

Foto : Salah satu aksi wartawan beberapa waktu lalu datang dari  berbagai organisasi di Lhokseumawe, Aceh, mengecam kriminalisasi dan tindak kekerasan dialami jurnalis. Aceh24.dok

Related posts

14 Warga Iran Terdampar

Redaksi Aceh24

Pengungsi 3 Km Cari Air Bersih, Wartawan Salur 5 Ribu Liter

Redaksi Aceh24

Gajah Jantan Ditemukan Mati

Redaksi Aceh24