Penjual Sayur Merugi, Menko PMK Muhajir Tanya Ada Ambil Kredit Bank

0
224
Menko PMK RI, Muhajir Effendy didampingi Wali Kota Lhokseumawe, tinjau pasar tradisional Inpres Lhokseumawe, Kamis (2/7). Pedagang sayur mengaku merugi ditengah pandemi COVID-19. Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI,  Prof Dr Muhadjir Effendy bersama Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah dan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, tinjau pasar tradisional Inpres, Lhokseumawe, Kamis (2/7).

Kehadiran Menko PMK tidak terlepas dengan protocol kesehatan ditengah pandemic COVID-19 sekaligus mendengar langsung keluh kesah para penjual baju, sayuran, daging ayam dan bumbu masak.

“Saja jual sayuran sekarang rugi pak,” kata seorang ibu saat menjawab pertanyaan Menko PMK, Muhajir.

Lalu, tanya Menko PMK lagi, Kalau tidak laku sayurnya ? “Saya bagi tetangga,” ungkapnya dengan nada tegas.

“ Syukurlah kalau dibagi tetangga. Itu bisa menjadi amal,” ujar Muhajir menyemangati penjual sayur.

Kemudian, menteri kelahiran Madiun, tahun 1956 ini pun bertanya soal modal jualannya. “Ini modal dari mana jualan ibu. Apa pinjam di Bank ?,”

“Ada modal sendiri. Tapi kecil. Kemudian pinjam ke Bank Rp 100 juta,” jawab penjual sayur yang tak ingin disebutkan namanya seusai pertemuan dengan Menko PMK RI.

Seusai disitu, Menko PMK bergerak menuju penjual bumbu masak, pedagang daging ayam potong dan penjual baju.

Setelah mengitari hampir 30 menit pasar Inpres, Menko PMK bersama Plt Gubernur Aceh, Wali Kota Lhokseumawe, Pangdam Iskandar Muda dan Wakil Kapolda Aceh, menuju ke Kantor Wali Kota.

                                   Tidak Tinjau Pengungsi Rohingya

Sementara itu, disela sela peninjauan pasar Inpres, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah menjawa Aceh24.com, tidak meninjau 99 pengungsi Rohingya.

“ Tidak. Ngak ke pengungsi Rohingya. Kita hanya memberikan bantuan di kantor walikota saja,” kata Nova.

polres lsm

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.