AcehBerita FotoNusantara

Pengalaman Study di India–Cut Dinda Gestri

Cut Dinda Gestri Febrina, Alumnus Universitas Almuslim Matang Geulumpang Dua, Bireuen, Aceh.  Sedang Study Program Magister Jurusan English Language Teaching, di Aligarh Muslim University.

Melaporkan dari India :

                                                             PENGALAMAN STUDY DI INDIA

Begitu mendengar kata “ India” apa yang langsung anda fikirkan? Kota yang kotor, macet yang berkepanjangan, tepiskan fikiran itu jauh-jauh. Kerena India adalah salah satu Negara yang Pendidikannya terbilang cukup baik dan murah, tentunya punya nama dimata dunia, India adalah penghasil mahasiswa mahasiswi terbaik salah satunya di bidang IT.

Tulislah semua mimpimu jika kamu tidak menulisnya niscaya mimpi itu akan terlupakan, dan jika kamu menulisnya pasti aka ada usaha untuk mewujudkan mimpi tersebut. Motivasi ini saya terapkan dikehidupan saya, sampai tiba saatnya Alhamdulillah saya diterima di Universitas terbaik nomor 1 se India, yaitu Aligarh Muslim University.

Hampir dua bulan saya menikmati masa-masa study saya di India, Negara dengan penduduk terpadat nomor dua sedunia tentu membuat pengalaman saya bertambah, salah satunya dibidang pendidikan. Di India khususnya di Aligarh Muslim University hampir semua mahasiswa mahasiswinya sangat rajin belajar dan membaca buku, itu terlihat di perpustakaan, ruang seminar, taman bahkan kantin pun dijadikan tempat untuk mereka belajar. Kerap kali saya temui kelompok diskusi kecil sedang membahas materi perkuliahan yang cukup sulit dan yang membuat saya kagum adalah itu atas inisiatif mereka sendiri. Mereka sadar bahwa negaranya adalah Negara terpadat nomor dua sedunia tentu saingan untuk mendapatkan pekerjaan sangatlah sulit, dan mereka membuat saya malu terhadap diri saya sendiri. Aligarh Muslim University(AMU) mempunyai perpustakaan terbesar nomor dua se Asia “ Maulana Azad Library” tentu membuat pelajar lebih bersemangat dan berlomba lomba dalam mencari ilmu.

Pelajar di AMU juga sangat welcome terhadap mahasiswa asing, saya sempat mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran dikarenakan aksen yang berbeda namun kerap terdengar teman-teman menawarkan bantuan hingga meminjamkan buku catatannya, mereka sungguh luar biasa dan yang patut kita contoh lagi dari pelajar AMU adalah mereka sangat-sangat menghormati guru, tak pernah terdengar julukan atau ejekan yang dilontarkan untuk guru, ketika guru masuk kelas serentak semuanya berdiri dan memberi salam, ketika guru menjelaskan tak ada satupun yang berbicara dan ketika jam pelajaran sudah selesai kami semua berdiri sebagai tanda hormat kami dan tak lupa pula mengucapkan terimakasih untuk sang guru.

Semoga ini bisa dijadikan sebagai wawasan dan menambah pengalaman pembaca. Ambillah ilmu dari Negara mereka bawa ke Negaramu agar kamu bisa memperbaiki apapun sesuai dengan keahlianmu.

“ ilm sabse taqatwar hathiyaar hai dunya ko badalne ke liye ‘ (bahasa urdu)

“ ilme nyankeuh seunjata paleng get untuk ta ubah donya “ (bahasa aceh) Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: