AcehNusantara

Pacuan Kuda di Bener Meriah Lindas Warga Padang Sidimpuan

Foto : Rangkaian pacuan kuda HUT Ke 15 Kabupaten Bener Meriah di lapangan Sengeda, Redelong, Minggu (13/1/2019). Dua korban terlindas kuda pacu. Sementara hari pembukaan terjadi angin puting beliung. Aceh24.com

#    Minum Kopi 2.500 Cangkir Hiasi Penutupan Pacuan Kuda Bener Meriah

LHOKSEUMAWE-Ngopi bareng bersama masyarakat hiasi penutupan pacuan kuda di lapangan Sengeda, Redolong, Bener Meriah, Minggu sore (13/1/2019).

Kenikmatan ngopi bersama penonton yang memadati arena pacuan kuda dilaksanakan panitia seusai penutupan hiburan rakyat dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Bener Meriah Ke 15.

“Ya, ada 2.500 cangkir kopi yang disediakan,” ujar Aman Lukman salah seorang warga yang ikut meminum kopi.

piala

Selain itu, penutupan pacuan kuda yang disaksikan puluhan ribu pasang mata itu, dihadiri pula oleh keluarga Presiden RI Jokowi.  Sementara, penutupan ‘pesta’ hiburan pacuan kuda dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Aceh,  Dr M  Zafar. SH. M.Hum.

Kabag Humas Bener Meriah, Sukur yang dikontak Aceh24.com, Senin (14/1/2019) menyebutkan nikmati kopi arabica sudah dimulai saat pembukaan. “Ya, total semua ada 5 ribu cangkir. Termasuk acara penutupan,” katanya.

Disinggung soal insiden yang terjadi saat berlangsung grand final pacuan kuda, korban bernama Ramadhan (15)  warga Padang Sidimpuan, Sumatera Utara. Dan, Aizil (18) warga Kampung Purwosari, Kecamatan Bandar.

“Pemerintah Kabupaten Bener Meriah yang diwakili pak sekda Ismarissiska dan Kepala Dinas Pariwisata Haili Yoga sudah menjenguk kedua korban,” kata Sukur.

penonton pacuan kuda di Bener Meriah

Korban yang masih kritis hingga siang ini, kata Kabag Humas Sukur adalah Ramadhan yang tak sadarkan diri. Korban dirawat di ruang ICU  Rumah Sakit Muyang Kute, Redelong.

Pantauan Aceh24.com,  arena pacuan kuda penuh dengan penonton. Tak hanya itu, suasana semakin meriah lagi karena kehadiran pasar kaget dan berbagai permainan anak-anak.

Hanya saja, ingin menyaksikan pagelaran pesta HUT Kabupaten Bener meriah Ke 15 kali ini, pengunjung harus membayar tiket masuk. Padahal, tahun-tahun sebelumnya, masyarakat yang ingin melihat pacuan kuda tidak di pungut bayaran.

“Namanya saja hiburan dalam rangka ulang tahun kabupaten. Kenapa sekarang harus bayar masuk,” komentar Sulaiman secara terpisah warga Pondok Sayur.

Pacuan kuda di Sengeda berlangsung selama sepekan. Namun, diawal acara atau pembukaan terjadi peristiwa puting beliung. Delapan orang mengalami luka saat itu.

Sedangkan menjelang penutupan, babak grand final, seorang pengunjung ditabrak kuda pacu. Kenapa tidak ? Dari video beredar karena warga yang memegang kamera justru berada di tengah lintas kuda berlari.

Plt Bupati Bener Meriah H. Sarkawi menyampaikan ucapan terimaksih kepada seluruh peserta dan masyarakat yang telah memeriahkan dan mensukseskan kegiatan pacuan kuda tradisional

Sekedar mengingatkan, pacuan kuda HUT Bener Meriah diikuti oleh 342 kuda. Grand Final, hanya 24 kuda saja. Alhasil, panitia menyebutkan Kabupaten Aceh Tengah, meraih jura umum dalam ajang awal tahun 2019 ini. Aceh24.com

 

Foto : Rangkaian pacuan kuda HUT Ke 15 Kabupaten Bener Meriah di lapangan Sengeda, Redelong, Minggu (13/1/2019). Dua korban terlindas kuda pacu. Sementara hari pembukaan terjadi angin puting beliung.  Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: