AcehBerita FotoNusantara

OTT KPK Akumulasi Masif Korupsi di Aceh

Ilustrasi, OTT KPK Bupati Bener Meriah, Ahmadi

LHOKSEUMAWE-Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menilai Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang di lakukan oleh Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (3/7/2018) secara terpisah merupakan korupsi skala besar yang akhirnya berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat.

“OTT KPK merupakan akumulasi dari masifnya korupsi yang terjadi selama ini di Aceh. Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA)  mendukung penuh langkah KPK dalam melakukan penindakan yang tengah berlangsung maupun untuk selanjutnya,” kata Alfian Koordinator MaTA dalam siaran pers yang diterima Aceh24.com, Rabu.

Menurut Alfian, pihaknya sudah sangat lama  minta ke KPK Aceh agar masuk wilayah penindakan. Tidak hanya pencegahan yang sudah di lakukan oleh KPK selama. penindakan melalui OTT terhadap Dua penyelengara negara dan 8 non PNS.

“Patut kita tunggu hasil penyelidikan dan penyidikan oleh KPK dimana KPK memiliki waktu 24 jam untuk mengumumkan status yang telah kena OTT dan kami percaya KPK bekerja secara profesional dalam kasus tersebut,” kata Alfian.

MaTA sendiri tetap mengawal proses yang sedang berlangsung di KPK sehingga ada kepastian hukum dan sedangkan penelusuran atau pengembangan kasus tersebut sudah menjadi alur dari cara lidik KPK selama ini,pungkas MaTA.

Sekedar mengingatkan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama KPK terbang ke Jakarta, setelah sebelumnya berada di Mapolda Aceh. Sedangkan Bupati bener Meriah, Ahmadi,SE di cegat KPK seusai mengikuti rapat internal partai di Takengon,

Sebelumnya, juru bicara KPK RI, Febri Diansyah terkait penangkapan dua pejabat ini menyebutkan sore hingga malam ini, KPK melakukan kegiatan penindakan di Aceh dan mengamankan 10 orang,

Ada sejumlah ratusan juta rupiah diamankan yang ditengarai komitmen fee.

“Tim saat ini telah berada di Polda Aceh dan melakukan pemeriksaan awal. Sesuai KUHAP, tim akan melakukan proses sampai penentuan status dalam waktu 24 jam,” kata Febri Diansyah. Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: