AcehBerita FotoNusantaraOtomotif

OTT Gubernur Aceh Non Aktif Sah

Irwandi Yusuf dan Ahmadi naik pesawat Eagle One. ist

#KPK : Penyidikan Tahaf Finalisasi

LHOKSEUMAWE- Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, menolak praperadilan yang diajukan Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh non aktif. Pengadilan menyebutkan OTT- pria yang gemar terbang bersama pesawat pribadi dengan logo Eagle One  ‘Hanakaru Hokagata” adalah sah.

“Pengadilan menolak praperadilan Irwandi dengan beberapa pertimbangan, Unsur tertangkap tangan terpenuhi. Penetapan tersangka sah. Penahanan sah,” ungkap Kepala Biro Humas KPK< Febri Diansyah yang diterima Aceh24.com, Rabu petang (24/10).

PN Jaksel telah diputus praperadilan yang diajukan oleh Irwandi Yusuf Nomor 119/Pidato.Prap/2018/PN.JakSel. Sehingga putusan ini mempertegas keabsahan tangkap tangan, penyidikan dan penahanan yang telah dilakukan oleh KPK.

“Kami sampaikan terimakasih pada Hakim Praperadilan yang telah mempertimbangkan secara tepat dalam praperadilan ini, Sedangkan proses Penyidikan terus dilakukan, saat ini proses penyidikan sedang tahap finalisasi,” pungkas Febri Diansyah.

Sekedar mengingatkan, KPK menetapkan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah, terkait dana Otsus yang digelontorkan dalam APBN 2018 untuk provinsi paling barat nusantara ini sebanyak Rp 8 triliun.  KPK pun membawa 9 orang ke Jakarta dari hasil OTT di Takengon dan Banda Aceh, Selasa (3/7).

Penangkapan diawali saat tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang Rp 500 juta di sebuah hotel di Banda Aceh,  Selasa siang dari MYS kepada FDL.

Lalu diduga FDL menyetor uang ke BCA dan Bank Mandiri, masing-masing Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta.

Selanjutnya, tim risuah mengamankan FDL bersama beberapa temannya di sebuah Café di Banda Aceh. Dan dilanjutkan pengembangan mengamankan beberapa orang di lokasi terpisah.  Seperti TSB diamankan disebuah kantor rekanan dengan uang Rp 50 juta. Lalu, HY teman TSB disebuah café sekira pukul 18.30.

Tak sampai disitu saja, tim bergerak menuju Pendopo Gubernur sekira pukul 19.00 WIB dan mengamankan Irwandi Yusuf kemudian dibawa ke Mapolda Aceh untuk pemeriksaan.

Secara paralel, di Bener Meriah, mengamankan Bupati Ahmadi, sopir dan ajudannya di sebuah jalan Takengon, pukul 19.00 WIB.  Dilanjutkan DLM pukul 22.00 wib di kediamannya di Bener Meriah.

Kontruksi perkara, diduga pemberian  Bupati Bener Meriah Ahmadi kepada Gubernur Aceh Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar terkait fee ijon proyek dana otsus 2018.

Diduga pemberian tersebut merupakan komitmen  fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintahan Aceh, dari setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA 2018. Aceh24.com

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: