AcehBerita FotoNusantara

Nelayan Masih Nikmati Lebaran, Ikan Mahal

LHOKSEUMAWE- Nelayan masih menikmati libur lebaran 1439 H hingga H+5 tak melaut, harga ikan pun cenderung mahal di pasar Lhokseumawe, Rabu (20/6).

Amatan Aceh24.com puluhan boat ukuran 10-20 ton masih bersandar di TPI Pusong, Kecamatan Banda Sakti. Itu belum lagi boat nelayan berbadan kecil yang ‘parkir’ di sisi timur teluk.

Kegiatan melaut masih di tunda para nelayan yang mencari ikan hingga menempuh sampai 10 mil dari garis pantai, tidak terlepas dari angin yang masih belum mendukung.

“Saat ini masih ada nelayan kita yang kunjungi keluarga. Kemudian, angin juga masih kencang,” kata Amri.

Menurut dia, kalau pun ada nelayan mencari ikan, hanya dilakukan oleh nelayan dengan menarik pukat dari pantai saja.

Apa yang disampaikan Amri, benarlah adanya. Sebab, di kawasan Ujong Bang maupun Gampong Hagu Barat Laut, terlihat aktivitas nelayan menarik pukat. .

Menikmati libur Hari Raya Idul Fitri, ternyata masih juga dilaksanakan oleh para nelayan pengrajin ikan asin. Kenapa tidak ?  Lokasi yang biasa dijadikan menjemur ikan asin di kawasan KP 3 Lhokseumawe, masih terlihat sepi.

“Belum kerja hari ini. Mungkin besok baru (Kamis-red) mereka kerja jemur ikan asin,” kata bang Lah, penjual ikan emperan.

Dari  TPI Pusong, Lhokseumawe, jejeran puluhan kapal nelayan berbobot belasan ton   lebih memilih ‘parkir’. Selebihnya nelayan justru memperbaiki jaring pukat yang rusak.

Disebutkan, nelayan kawasan Pusong, akan kembali melaut diperkirakan Jum’at sore mendatang. “Yang ke laut, perahu kecil saja. Ya, dekat-dekat mereka cari ikan. Kalau yang besar ini nanti Jum’at sore baru melaut,” ujar Nurdin sambil memperbaiki jaring pukat rusak.

Nah, disinggung berapa biaya perbaikan jaring pukat yang sobek, Nasir menyebutkan sehari mendapat upah sampai seratus ribu. Sedangkan jaring pukat panjangnya mencapai rata – rata, tambah Nasir 400 meter.

Ikan Mahal

Masih menikmati libur lebaran,  beberapa  satu jenis ikan yang sangat dominan di nikmati masyarakat Lhokseumawe, seperti ikan tongkol, ikan merah dan gembung, justru harganya cukup mahal.

Ikan tongkol ukuran seekor 1 kg dilepas oleh pedagang mencapai Rp 50 ribu. Sedangkan ikan gembung Rp 60 ribu  sekilo. Itu pun ikan yang dijual sudah mengalami pendinginan.

Kendati ikan mahal, masyarakat tetap membelinya karena sudah ‘bosan’ menikmati daging meugang. “Tidak beli sekilo. Hanya setengah saja ikan gembung ini saya beli,” kata Ny Salbiah warga Moun Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu.

 

Foto : Puluhan boat nelayan parkir di TPI Pusong, Lhokseumawe, Rabu (20/6).  Nelayan masih menikmati libur lebaran 1439 H sehingga ikan mahal.  Diperkirakan nelayan kembali melaut, Jum’at sore (22/6).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: