Napak Tilas Peringati Hari Pahlawan ke Makam Cut Meutia

0
82
Napak Tilas peserta pramuka bersama prajurit TNI-Polri, mahasiswa dan komunitas Trail Lhokseumawe/Aceh Utara ke makam Pahlawan Nasional, Cut Meutia. Selain upacara, peserta juga menggelar tabur bunga dan memanjatkan do’a. ist

# Terobos Hutan Ke makam Cut Meutia

LHOKSUKON- Memperingati Hari Pahlawan kali ini sedikit tampil beda. Kenapa ? Sebab, upacara bukanlah di TMP (Taman Makam Pahlawan) seperti biasa dilakukan. Tetapi upacara berlangsung disekitar makam Cut Meutia.

 Untuk mencapai lokasi pun, peserta menggelar even napak tilas. Tentu saja harus menerobos hutan belantara untuk mencapai lokasi makam Pahlawan Nasional dari Kabupaten Aceh Utara tersebut.

Makam Cut Meutia

Ya, itu dilakukan tim prajurit TNI – Polri, komunitas trail Lhokseumawe/Aceh Utara, Mahasiswa dan Pramuka untuk melakukan upacara.

Mereka rela naik turun gunung, menyeberangi sungai. Tak hanya itu,  kehujanan pun bukan satu hambatan. Semuanya demi satu tujuan yakni memperingati Hari Pahlawan di makam Pahlawan Nasional Cut Meutia.

Makam itu terletak dikawasan hutan lindung Gunung Lipeh, Ujung Krueng Kereuto, Pirak Timu, Aceh Utara, Aceh. Jika berangkat dari pusat Kecamatan Pirak Timu, dihabiskan waktu 12 jam melewati hutan, gunung, serta sungai.

“Kami berangkat, Sabtu (9/11) kemarin. Nginap di hutan selama satu hari. Beda dengan Mahasiswa dan adik -adik pramuka mereka lebih duluan berangkat dengan semangat yang ada di dalam jiwa yang patut di contoh oleh generasi sekarang.  Ini sesuai dengan tema ” PAHLAWAN MASA DEPAN “,” kata Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agung Sukoco.

“”Tadi melakukan upacara seadanya di makam Pahlawan Cut Meutia yang jauh dari perkotaan,” tambah dandim.

Lebih lanjut dijelaskan, kami ambil sisi berbeda tahun ini. Demi upacara Hari Pahlawan, kami siap jalan berjam-jam. Upacara sangat apa adanya. Tiang bendera saja pakai pohon kayu yang di cat putih. Baju basah kuyup semuanya. Ini semua kami lakukan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang gugur melawan penjajah.

Kegigihan itu muncul dari ucapan presiden pertama RI, Bung Karno, yakni bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam, ungkap  Agung Sukoco sembari mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat, maupun pahlawan bagi negeri Indonesia.

Selain upacara bendera, peserta juga melakukan tabur bunga dan memanjatkan doa bersama di makam Pahlawan Cut Meutia. Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.