Memalukan KPM Bertambah 1.000 Jiwa di Aceh Utara—Bupati ‘Bangga’ Launching

0
740
Foto : Masyarakat pedalaman Aceh Utara, mengupas kulit pinang sebagai mata pencaharian tambahan. Bupati diminta tidak bangga dengan bertambahnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dok Aceh24.com

Memalukan KPM Bertambah 1.000 Jiwa di Aceh Utara

Bupati ‘Malah’ Gelar Launching Segala :

LHOKSUKON – Miris mendengarnya – ternyata Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Aceh Utara, bukannya malah menurun. Kenapa tidak ? Ternyata bertambah angkanya menjadi 1.000 jiwa di tahun 2018 ini dari tahun sebelumnya tercatat 53.575 jiwa.

Anehnya, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib bersama Kadis Sosial Aceh Utara, Drs Jailani malah terkesan ‘Bangga’ sampai-sampai menggelar acara launching segala di Aula Panglateh, depan Kantor Camat Lhoksukon, Selasa tadi (23/1).

Launching penyerahan bantuan sosial beras sejahtera (rastra) program penanggulangan kemiskinan bagi keluarga penerima manfaat, disaksikan pejabat teras di kabupaten yang anggaran APBK terkesan sudah diambang kehancuran.

Terkesan hebat penyerahan secara simbolis bantuan dari pemerintah pusat ini, dilakukan langsung oleh bupati disapa Cek Mad kepada perwakilan KPM dari kecamatan.

Tak hanya itu, Kadis Sosial Aceh Utara, Drs. Jailani sebelumnya dengan nada anteng saja  mengatakan berdasarkan data Kementerian Sosial Republik Indonesia  2017 ada sebanyak 53.575 jiwa KPM. Namun,  hasil pendataan ulang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang merupakan perpanjangan Kementerian Sosial  RI bertambah.

Informasi Aceh24.com terima, baik via whaasap, SMS -Ya itu tadi, eh,eh, ternyata mengalami kenaikan 1.000 jiwa untuk tahun 2018 dari tahun 2017.

Jadi, program setahun lalu jelas tak berjalan. Masyarakat terus bertambah miskin.  Oh tentu saja, honor geuchik pun belum terbayar. Belum lagi, perangkat gampongnya.

Nah, kalau soal APBK Aceh Utara, sekarat tak dipungkiri salah seorang anggota dewan saat berbincang dengan Aceh24.com.

“Anda yang lebih tahu, APBK Aceh Utara, diambang bangkrut. Kenapa tidak ? bantuan selama ini untuk masyarakat, baik fakir miskin, anak yatim dan pesantren kan belum disalurkan sampai hari ini,” kata Ismed

Bukan hanya itu, soal APBK 2018 yang telah di sahkan 27 Desember 2017 lalu, sampai saat ini pun ngak tahu khabarnya. “Kita berharap dengan lebih awal pengesahan APBK agar tidak kena finalti. Eh, ngak tahunya, ya, juga belum jelas,” tambah Ismed lagi.

Sekedar mengingatkan KPM nantinya bakal menerima kartu E wallet yang akan mendatangi warung yang ditunjuk. Adapun nilainya sekitar Rp 110 ribu/bulan.

Ditempat terpisah, Samsul Bahri warga Krueng Geukueh, menilai Pemerintah Daerah Aceh Utara, sudah dapat dikatakan gagal untuk mensejahterakan masyarakatnya. Bukti terbaru, tambah mahasiswa ini, dengan bertambahnya KPM menerima bantuan dari dinas sosial.

“Sejujurnya, kita harus malu. Ternyata penerima beras untu keluarga sejahtera bukan berkurang jumlahnya. Berarti masyarakat Aceh Utara, bertambah 1,000 lagi yang masuk katagori miskin,”katnya.

Nah, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib dan Dinas Sosial Aceh Utara, adakah program yang mampu mensejahterakan masyarakat di 852 gampong melalui program nyata ?

Bukan gombal melulu ! Seperti Whaasap redaksi Aceh24.com, selalu terima tentang gombalnya orang nomor 1 di Aceh Utara.

Foto : Masyarakat pedalaman Aceh Utara, mengupas kulit pinang sebagai mata pencaharian tambahan.  Bupati diminta tidak bangga dengan bertambahnya jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dok Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.