YNCI Lhokseumawe Silaturrahmi di KM 0 Sabang

0
144
YNCI Lhokseumawe

SABANG-Sebanyak 11 unit sepeda motor yang tergabung dalam YNCI Lhokseumawe bertandang nikmati keindahan alam Pulau Weh,  Sabang, Sabtu-Minggu (16/17/11).

Rombongan bergerak dari  Lhokseumawe, Jum’at sore meluncur ke  Banda Aceh.  Dalam perjalanan, mereka tentu saja menikmati terlebih dahulu Sate Apa Leh, di Geurugok.  Kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 30 km ke Bireuen.

YNCI X Max 250 cc, Sabang, Pulau Weh

Di kota  berjuluk Kota Juang ini, rombongan solat magrib. Seusai itu, meluncur ke wilayah Kabupaten Pidie Jaya. Di Ulee Gle, masuk rest are dan isi BBM. Sekitar 20 menit kemudian, Ketua YNCI Lhokseumawe, Afiet Chan bersama bos Mega Motor, Maimun memberikan aba-aba Gas Pool.

Dua jam melibas  lintasan berkelok hingga kawasan kaki Gunung Seulawah, Saree,  Sabtu dini hari, membuat rombongan bertambah semangat. Alhasil, kawasan wisata alam sejuk itupun terlalui.

Tanpa menikmati kopi Horas di Saree ataupun Kupi Ulee Kareng, rombongan  terlihat asik sekali memacu mesin berlogo garputala itu. Spedometer pun kadang kala tembus 100 kpj. 

Waktu subuh pun masih ada sejam setengah lagi.  Komunitas YNCI Lhokseumawe, sudah memasuki Ibu Kota  Naggroe Aceh Darussalam. Ya, Banda Aceh.  Tanpa basa-basi lagi, pemilik Mega Motor  yang berkantor di Jalan Merdeka Timur,  Mon Geudong, Lhokseumawe,  tiba-tiba  memacu X Max 250 cc miliknya maju kedepan  dan mengarahkan rombongan ke kediamannya.

Setelah mengaso beberapa saat, berkumandang azan subuh.  Tugas wajib pun dilaksanakan terlebih dahulu.  Tepat pukul 06.00 WIB, penikmat scutik matic bergerak ke pelabuhan Ulee lhe .

Setelah antri sekitar sejam dan Ismuhar sudah terlebih dahulu memboking tiket maka seluruh penumpang dipersilahkan naik ke kapal Tanjung Burang, itu kata Murdani yang masih ingat betul nama kaplnya.  Eh, entah kenapa dia ingat. Mungkin punya kesan khusus kali.

 Tot…Tot…Tot..tiga kali suara menggema dari kapal berukuran sedang itu.  Pukul 07.35 WIB, kapal meninggalkan pelabuhan. Sedikit demi sedikit dari kejauhan pulau Andalas pun menjauh. Hujan rintik –rintik menemani ratusan penumpang.

Hiasan pelangi pun terlihat membentang. Sejumlah wisatawan local tak mau ketinggalan moment indah ini. Cpret-cpret sana sini menggunakan kamera ponsel. Silih berganti selfie.

Setelah berjalan 2 jam 10 menit menempuh jarak sekitar 18,8 mil atau sekitar 30,6 km,  kapal Tanjung Burang pun berlabuh di Balohan.

Tanpa basa basi lagi, setelah ban bulat menyentuh tanah Pulau Weh, rombongan kembali gas pol lanjut mengarah ke Kota Sabang.  Tentunya, singgah sebentar di SPBU mengisi bensin. Tak peduli itu N Max maupun X Max. Ya, kali ini harus minum bensin harga sepulau.

Wah, waktu makan siang sudah tiba rupanya. “Kita beli nasi padang saja di kota. Lalu kita bungkus dan makan di KM 0,” kata Maimun dan diamini seluruhnya.

“Ya, selagi masih kuat kita jalan, lanjutkan aja langsung ke KM 0. Sudah itu kita baru istrahat di penginapan yang ada di Iboih,” kata Afiet dan Zoel lagi.

Memasuki pintu gerbang utama KM 0, ketua rombongan YNCI Lhokseumawe, menyebutkan ingin berfoto bersama terlebih dahulu di bawah tugu KM 0. Sesudahnya akan kembali bergabung bersama wisatawan local untuk memarkirkan kenderaan.

Cepret sana sini, makan waktu juga 15 menit.  Ternyata tak bosan-bosan. Syukurnya, matahari cukup terik saat itu.  Kondisi inilah yang membuat sedikit menyerah rombongan ingin berlala-lama foto. Terlebih lagi, puluhan wisatawan lain sudah mulai berdatangan. “Eh, malu juga kalau ingin kuasi semua moment. Ya, bagi-bagilah bersama pendatang lainnya.

Lapar, lapar. Nasi sudah dingin nanti. Ayo kita makan dulu, lagi lagi Afiet keluarkan aba-aba. Wah, sambal merah, ikan keurapu goreng, membuat selera bertambah. Terlebih lagi perut sudah sejak tadi berontak.

Nah, saat makan inilah dikawasan hutan KM 0 Sabang, pada diam mulut peserta. Kalau tidak pada ngoceh melulu. Terlebih lagi tuh, si anak Medan yang ikut. Pokoknya, imbang kalau nyeleneh sama Raja Minyak Dari Medan, Poltak.

Jam sudah menunjuklan pukul 12.35 WIB, wajah kelelahan mulai tampak. Ngantuk menyelimuti rona mereka.  Mau, tak mau kembali balik arah ke kawasan wisata Iboeh. Karena penginapan dengan bantal empuk sudah menunggu.

“Itulah, tujuan kita ke Sabang, Mempererat silaturrahmi bagi pengguna Yamaha katagori brongsor ini,” pungkas pemilik Mega Motor, Maimun. Aceh24.com

Foto :  Belasan komunitas YNCI LHokseumawe  bersama Mega Motor, menuju wisata KM 0 Sabang,  Pulau Rubiah, Iboih, Sabtu-Minggu (16/17/11). Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.