Mahasiswa Unimal Orasi Bebaskan Ibu Mursydah di PN Lhokseumawe

0
158

Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum dan Bem Unimal menggelar orasi dan teatrikal sosok ibu Mursydah tersandung hukum gara-gara gas subsidi 3 kg. Aksi ini berlangsung di depan Kantor Pengadilan Negeri Kelas 1 B, Lhokseumawe, Selasa (5/11). Aceh24.com

# Tindak Pemilik Pangkalan Secara Hukum

LHOKSEUMAWE- Puluhan mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Malikussaleh, menggelar orasi sekaligus teriatikal di depan jalan Iskandar Muda, persisnya Kantor Pengadilan Negeri Kelas 1 B, Lhokseumawe, Selasa (5/11).

Aksi yang dilakukan calon intelektual muda ini, terkait pasca seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Mursydah divonis hukuman 10 bulan oleh JPU terkait perusakan tabung gas 3 kg milik sebuah pangkalan di Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe,  pada akhir tahun 2018 lalu.

Aparat Kepolisian dari Polres Lhokseumawe, berjaga-jaga di halaman kantor PN Lhokseumawe, ketika berlangsung mahasiswa FK Unimal menggelar orasi, Selasa (5/11).Aceh24.com

Gaung kemanusiaan menuntut keadilan bagi rakyat kecil menggema tegas. “Bebaskan Mursydah” Hakim Sebagai Wakil Tuhan. Satu Kaki di Surga dan Satu Kaki di Neraka. Beri Keadilan”  serta  berbagai ucapan yang diberengi dengan tulisan di sebuah spanduk warna putih bertinta merah.

Pantauan  Aceh24.com  mahasiswa menggelar orasi di luar pagar kantor PN Lhokseumawe. Puluhan aparat kepolisian berjaga-jaga di halaman kantor tersebut. Sementara yang lainnya mengatur lintas jalan Iskandar Muda yang dijadikan tempat aksi sempat terjadi kemacetan.

Aksi tolak hukuman 10 bulan yang menimpa Mursydah, mendapat perhatian juga dari sejumlah ASN. Kenapa tidak ? Mengingat kantor PN Lhokseumawe, persis diimpit oleh kantor pemerintah abdi Negara itu.

Tepat pukul 09.45 WIB, orasi diawali dengan treatikal menampilkan sosok ibu Mursydah bersama warga setempat ingin mendapatkan gas 3 kg. Hanya saja, oknum di pangkalan justru menyebutkan gas subsidi buat masyarakat miskin itu telah habis.

Kendati disebutkan gas telah habis, namun Mursydah bersama warga masih tetap ngotot meminta gas 3 kg. Karena, mereka meyakini kalau gas 3 kg itu masih banyak dalam pangkalan.

Dan, ini terbukti. Beberapa saat kemudian dating pembeli lainnya dengan menyerahkan uang dalam amplop. Serta meta gas 3 kg pun kembali keluar dari pangkalan. Itulah sekilas tretikal yang dipragakan mahasiswa.

Selanjutnya, Ketua BEM Fakultas Hukum Unimal, Muhammad Fadli dengan suara lantang menyebutkan bebaskan Mursydah. Kedailan harus berpihak kepada masyarakat kecil bukan penguasa. “kami dari Ormawa Fakultas Hukum Unimal akan melawan segala kezhaliman yang dirasakan oleh rakyat kecil,” ujar Fadli dan disambut yel-yel mahasiswa/i.

Kendati hanya beralaskan aspal jalan Iskandar Muda sebagai tempat duduk, puluhan mahasiswa tetap semangat memperjuangkan nasib Mursydah.  Didampingi Muhar Ketua DPM FH Unimal dan M Khatami sebagai Ketua HIMAPID FH Unimal menyatakan petisi yaitu Memberikan putusan yang seadil-adilnya dengan melihat dari nilai-nilai kemanusiaan. Dan memvonis bebas Mursydah atas dakwaan perusakan barang (Pasal 406 KUHP).

Diakhir orasinya, Muhammad Fadli pun menyinggung agar aparat hukum melakukan tindakan tegas pada pemilik panggalan gas 3 kg dimaksud.  Jangan tebang pilih dalam hukum keadilan. Dimana perinsif hukum haris mengandung tiga poin yaitu Keadilan, Kepastian dan Kemanfaatan.

                                            Giliran H Uma Nongol

Sebelum puluhan mahasiswa mengawaliorasi, ternyata senator H Sudirman atawa H Uma juga nongol  ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Hanya saja, selang beberapa menit kemudian, sosok yang tampil setiap moment memperjuangkan nasib rakyat kecil, terlihat masuk ke dalam kantor PN.

Tak tau apa yang dibicarakan H Uma saaat masuk ke kantor tersebut. Namun, mahasiswa tetap tak mau tau dengan kehadiran H Uma. Bahkan, Ketua BEM Unimal, Muhammad Fadli sempat nyeletuk melalui pengeras suara kalau kegiatan ini murni aspirasi mahasiswa. Tak ada dibonceng oleh pihak-pihak lain baik itu sosok politisi. ‘Hidup Mahasiswa’

Hingga berita ini naik tayang, mahasiswa masih berada di lokasi. Aceh24.com

Foto : Puluhan mahasiswa dari Fakultas Hukum, Unimal menggelar orasi dan tretikal di depan pintu masuk kantor Pengadilan Negeri Kelas 1 B, Lhokseumawe, Selasa (5/11). Mahasiswa meminta hakim memvonis bebas Mursydah terkait hukuman 10 bulan dalam gas subsidi 3 kg untuk masyarakat miskin.  Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.