Mahasiswa FH Unimal Tolak Politisi di Panggung Orasi Mursydah

0
506
Teriatikal mahasiswa/i dari BEM FH Unimal di Pengadilan Negeri Lhokseumawe, terkait tersandung Ibu Mursydah dalam kasus gas 3 kg, Selasa (5/11). Aceh24.com

# Akhirnya Mursydah Divonis 3 Bulan tanpa Kurungan

LHOKSEUMAWE- BEM Fakultas Hukum menolak kehadiran politisi dalam panggung orasi bebaskan ibu Mursydah yang tersandung hukum gara-gara gas 3 kg.

Penolakan dilakukan saat berlangsungnya orasi dan teriatikal  di depan Kantor Pengadilan Negeri Kelas 1 Lhokseumawe, Selasa (5/11).

“Iya kita tolak kehadiran politisi masuk dalam panggung orasi dan teriatikal yang kita lakukan. Jangan masuk di lingkaran mahasiswa. Sebab, ini murni kemauan kita. Dan, tidak mau dipolitisir,” kata Muhammad Fadli menjawab Aceh24.com saat dikontak ulang seusai acara.

Lebih lanjut dikatakan, haram pihak lain masuk lingkaran saat kami melakukan kegiatan. “Memang disitu ada H Uma. Tapi, bukan beliau semata – mata yang kita tolak. Artinya, semua politisi. Kami juga sudah memberitahukan kepada pihak polisi agar jangan masuk lingkaran kami. Nanti, mahasiswa marah,” pungkas Ketua BEM FH Unimal, M Fadli.

                                      Vonis 3 Bulan

Majelis Hakim yang diketuai Jamaluddin, SH akhirnya mengetok palu hukuman 3 bulan buat Ibu Mursyidah dari tuntutan JPU 10 bulan.

Kendati mendapat vonis hukuman 3 bulan, Ibu Mursydah tak lah mendekam dalam sel. Hanya Ibu Mursydah diingatkan tidak melakukan lagi kesalahan yang melanggar hukum sepanjang 6 bulan kedepan.

Seperti pemberitaan sebelumnya, puluhan mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Malikussaleh, menggelar orasi sekaligus teriatikal di depan jalan Iskandar Muda, persisnya Kantor Pengadilan Negeri Kelas 1 B, Lhokseumawe, Selasa (5/11).

Aksi yang dilakukan calon intelektual muda ini, terkait pasca seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Mursydah divonis hukuman 10 bulan oleh JPU terkait perusakan tabung gas 3 kg milik sebuah pangkalan di Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe,  pada akhir tahun 2018 lalu.

Gaung kemanusiaan menuntut keadilan bagi rakyat kecil menggema tegas. “Bebaskan Mursydah” Hakim Sebagai Wakil Tuhan. Satu Kaki di Surga dan Satu Kaki di Neraka. Beri Keadilan”  serta  berbagai ucapan yang diberengi dengan tulisan di sebuah spanduk warna putih bertinta merah. Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.