Mahasiswa Demo. Unimal Diklaim Anti Rakyat Miskin

0
141
Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh gelar aksi demo menuntut penurunan UKT/SPP 50 persen imbas pandemi COVID-19, Senin (13/7/2020). Unimal juga anti rakyat miskin dan anti demokrasi  diklaim mahasiswa ketika demo.  Ist

LHOKSEUMAWE-Puluhan mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan aksi demo menuntut pemotongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau SPP mengingat ekonomi masyarakat secara umum dan khususnya orang tua mahasiswa juga terimbas pandemic COVID-19.

“Sekarang  ini Universitas Malikussaleh merupakan perguruan tinggi yang Anti Demokrasi dan Anti Rakyat Miskin.  Kesulitan ekonomi selama pandemi yang menimpa orang tua dari mahasiswa , berujung protes terkait pembayaran UKT/SPP,” kata  Koordinator Lapangan Presiden Mahasiswa Unimal, Royhan Bahar dalam keterangan pers yang diterima Aceh24.com, Senin malam (13/7/2020).

Kenapa demikian ? Tentu saja terlihat dari berbagai kebijakan Unimal selama pandemic mempersulit mahasiswa  dalam ruang lingkup pendidikan, tambah Royhan.

Demo penurunan UKT/SPP mahasiswa Unimal hingga pembakaran ban, Senin (13/7/2020). ist

Nah ini sikap sekitar 70 mahasiswa yang melakukan aksi demo, Senin pagi tadi. Sampai-sampai membakar ban di depan pintu gerbang masuk kampus di Buket Indah, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe.

Pertama,  berikan pemotongan UKT 50 persen bagi seluruh mahasiswa ditengah pandemic secara otomatis tanpa persyaratan administrasi.

Kedua, bebaskan UKT bagi mahasiswa /I yang mengambil mata kuliah kurang atau sama  6 SKS.  Semester 9 bagi S1, Semester 7 bagi D3.

Terakhir, berikan perubahan kelompok UKT bagi setiap  mahasiswa/I yang mengalami penurunan pendapatan ekonomi keluarga atau tanggungan lain yang membiayai – musibah meninggal orang tua/wali dan kehilangan pekerjaan tetap.

Sementara itu, Rektor Unimal, Dr Herman Fitra yang dihubungi secara terpisah melalui pesan singkat hingga malam ini pukul 21.40 WIB belum memberikan jawaban.Aceh24.com

polres lsm

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.