Lhokseumawe Terserah ? Berburu Baju Lebaran Lebih Utama

0
137
Berburu baju lebaran di Jalan Pase, Lhokseumawe, H-1 Idul Fitri 1441 H, Jum’at malam (22/5). Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Ditengah mewabah COVID-19, yang notabone hari ini saja  kasus bertambah 634 orang di Indonesia hingga total 20.796 orang namun bagi masyarakat Kota Lhokseumawe, lebih memilih berburu baju lebaran di H -1 Idul Fitri 1441 H, Jum’at malam (22/5).

Lhokseumawe Terserah ?. Itu mungkin bagi sebagaian masyarakat. Buktinya, jangankan harus memenuhi baju lebaran buat sanak keluarga – tanpa adanya protocol jaga jarak maupun menggunakan masker, ribuan masyarakat di kota memiliki empat kecamatan itu, tetap beraktivitas seperti biasa.

Nah, itu belum lagi ketika menjelang berbuka puasa. Sejumlah jalan utama di Lhokseumawe, macet total. Antrian panjang mobil dan kenderaan roda dua terlihat cukup panjang saat berada di lampu merah.

Begitu pula, tempat ibadah sejak malam pertama Ramadan ramai jamaahnya. Hanya saja, tidak semua mesjid di Lhokseumawe, menggelar I’tikaf di 10 malam terakhir Ramadan. Buktinya saja, Mesjid Jamik Lhokseumawe, hanya melakukan kegiatan itu, dimulai pada malam ke tujuh.

“Baru malam ini berani beli baju lebaran buat anak-anak. Itu pun anak pada sudah sibuk tanya mana baju lebaran,” kata Ridwan warga Simpang Empat Lhokseumawe.

Disebutkan, seyogyanya untuk keluar mala mini ditengah keranaian orang diakui Ridwan kalau geli-geli sedap. “Ya, ditengah pandemic COVID ini agak kurang sedap juga beli baju lebaran di tengah keramaian orang. Apalagi, sangat sedikit yang menggunakan masker. Tampaknya warga tak peduli dengan COVID. Dan, lebih memilih kebutuhan baju lebaran lagi,” pungkasnya.

                                       Sembuh 5.057 orang

Sementara itu, siaran pers BNPB menyebutkan Kasus Positif COVID-19 Bertambah 634 Orang, Pasien Sembuh Jadi 5.057, Total Meninggal 1.326.

“Kasus konfirmasi COVID-19 meningkat sebanyak 634 orang, sehingga totalnya menjadi 20.796. Kasus sembuh meningkat 219 orang, sehingga totalnya menjadi 5.057. Kasus meninggal 48 orang sehingga total menjadi 1.326 orang,” ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (22/5).

Akumulasi data tersebut diambil dari hasil uji pemeriksaan spesimen sebanyak 229.334 yang dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 69 laboratorium, Test Cepat Melokuler (TCM) di 35 laboratorium dan Laboratorium jejaring (RT-PCR dan TCM) di 145 lab. Secara keseluruhan, 168.969 orang telah diperiksa dan hasilnya 20.769 positif dan 148.173 negatif.

Selanjutnya Gugus Tugas merincikan data positif COVID-19 lainnya di Indonesia yaitu di Provinsi Aceh 19 kasus, Bali 380 kasus, Banten 768 kasus, Bangka Belitung 36 kasus, Bengkulu 69 kasus, Yogyakarta 220 kasus.

Selanjutnya di Jambi 91 kasus, Kalimantan Barat 140 kasus, Kalimantan Timur 271 kasus, Kalimantan Tengah 290 kasus, Kalimantan Selatan 572 kasus, dan Kalimantan Utara 163 kasus.

Kemudian di Kepulauan Riau 141 kasus, Nusa Tenggara Barat 464 kasus, Sumatera Selatan 693 kasus, Sumatera Barat 438 kasus, Sulawesi Utara 198 kasus, Sumatera Utara 285 kasus, dan Sulawesi Tenggara 211 kasus.

Adapun di Sulawesi Tengah 117 kasus, Lampung 105 kasus, Riau 109 kasus, Maluku Utara 99 kasus, Maluku 157 kasus, Papua Barat 119 kasus, Papua 437 kasus, Sulawesi Barat 86 kasus, Nusa Tenggara Timur 79 kasus, Gorontalo 47 kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 21 kasus. Aceh24.com/Ril.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.