Lensa dan Aroma Magic Pacuan Kuda HUT Ke 442 Takengon

Puluhan ribu pasang mata menyaksikan pacuan kuda HUT ke 442 Takengon, Aceh Tengah yang berlangsung di lapangan H Hasan Gayo, Pegasing, Minggu (3/3/2019). Aceh24.com

Puluhan ribu pasang mata sejak pagi telah memadati lapangan pacuan kuda H Hasan Gayo, Pegasing, Kota Takengon. Dan, ratusan tenda masyarakat serta pedagang kagetan sudah berdiri di sekeliling arena pacuan yang merayakan HUT Ke 442.

Matahari memang terik. Udara hanya sedikit terasa sejuk. Debu berterbangan. Mungkin saja, hujan kurang turun di dataran tinggi Gayo itu. Namun, yang pasti pacuan kuda berjalan sukses.

Grand Final, Minggu. 60 kuda bersama joki akan tampil maksimal. Tentu saja di bagi dalam 14 race.

Peserta grand Final pacuan kuda HUT Ke 442 Takengon, Aceh Tengah, Minggu (3/3/2019). Aceh24.com

Aman Lukman datang dari Pondok Baru. Kabupaten Bener Meriah yang sebelumnya bersatu dengan Kabupaten Aceh Tengah. “Belasan tahun sudah saya tetap datang nonton pacuan kuda. Masih lajang hingga sudah berkeluarga,” katanya menjawab Aceh24.com, Minggu (3/3/2019).

Ini tradisi dari orang tua saya yang membawa nonton pacuan kuda bila perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Dahulu lapangan dekat kantor bupati sekarang, tambah Aman Lukman.

Foto : Kuda seusai ikut pacuan dan berhasil meraih posisi pertama dalam race segera diamankan oleh pemilik dan anak gawang, ,Minggu kemarin

Lain lagi halnya dengan Sakdiah. Kata ibu satu anak ini menyebutkan nonton pacuan kuda sepertinya hal keharusan bagi warga Gayo. “ Sejak kecil saya sama keluarga pasti nontn pacuan kuda. Paling tidak sekali dalam setiap perlombaan. Sepertinya bila tidak nonton justru diri kita malu dengan tetangga. Ya, kurang menghargai hiburan tradisional kita lah. Walau itu bukan berbentuk tarian,” kata.

      Aroma Magic

Pacuan kuda  memang olahraga. Hanya saja, aroma magic masih terasa di arena. Kok bisa ? Tentu saja, bau kemenyan kawasan istal kuda di belakang atau sekitar panggung utama membangunkan bulu hidung dan kuduk.

Terlebih lagi memasuki masa grand final seperti hari Minggu ini. Kuda-kuda dijaga ketat oleh pemilik dan anak penjaga. Baik itu makanan kuda maupun minumannya. Khusus diberikan oleh orang terpercaya.

penonton pacuan kuda

Kuda minum kadang kadang ada yang menyodorkan air campur supleman bermerk. Itu sudah biasa. Karena kuda harus mampu mengitari arena dua kali keliling.

Semburan rokok berbau kemenyan juga disembur ke kepala kuda. Ada yang bilang agar sang pelari kencang ini tidak diganggu oleh orang lain.

“Bisa saja kuda larinya tidak sesuai jalur. Bahkan, kuda tidak mau lari. Ini cirri-ciri kuda yang sudah kena magic,” kata pengunjung berusia 48 tahun asal Bintang yang enggan disebutkan jatidirinya.

Lebih lanjut disebutkan, pacuan kuda sebelum ada pembatas yang dibuat dari besi seperti sekarang, kuda pacu ada yang menghantam kerumunan penonton.  Joki tak mampu menguasai kuda.

Pasar Kaget

Ratusan pedagang kaget memadati arena pacuan kuda kali ini. Mereka datang berjualan berbagai asesoris keluarga dua hari sebelum pacuan kuda dimulai.

Dirman dari Medan, Sumatera Utara, menjual baju pria dan perempuan.  Dirinya membuka lapak sampai dua. Satu sisi selatan dan satu lagi arah timur. “yang ini jual bayu. Klaau satu lagi saya jual asesoris keluarga. Lumayan, pembeli menyambut baik kehadiran kami. Tentu saja, banyak barang yang meraka suka,” kata Dirman sambil gtersenyum.

    Hiburan Gratis

Memasuki arena pacuan kuda, tidak dipungut tiket masuk. Hanya saja, parkir kenderaan roda dua harus membayar Rp 5 ribu. Soal dimana mau parkir, sudah ada lokasi yang disediakan panitia.

tenda darurat menonton pacuan kuda bersama keluarga di Takengon

Pantauan Aceh24.com, ribuan kenderaan roda empat dan dua memadati sekeliling arena. Kepadatan kenderaan saja dapat dijadikan tolak ukur kalau hiburan tradisional ini disambut masyarakat setempat.

Hingga berita ini disampaikan, pacuan kuda masih berlangsung. Tetapi, waktu jeda solat tetap perlombaan dihentikan. Aceh24.com

 

Comments

comments

CATEGORIES
TAGS
Share This