Lapak Digerus Beco Omzet Rp 2,5 Juta Sehari Pupus

0
42
Foto : Salah seorang pedagang ayam kampung di pasar Geudong yang memanfaatkan lahan PT KAI kena gusur, Rabu (30/1/2019). Omzet sehari Rp 2,5 juta pupus sudah. Aceh24.com

LHOKSEUMAWE- Wajah sumringah masih terlihat. Padahal lapak yang menghasilkan omzet Rp 2,5 juta sehari sudah rata dengan tanah. Darah ayam kampong masih melekat di tangan dan celana panjangnya.

Itulah, Zulfikar (24) pedagang ayam kampong di pasar geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, mengaku sudah belasan tahun berjualan di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

“Sudah cukup lama saya jualan disini. Dan, saat beco meratakan bangunan milik pedagang memang kami tidak terkejut lagi karena sudah ada pemberitahuan terlebih dahulu,” kata Zulfikar pemuda mengaku masih lajang ini kepada Aceh24.com, Rabu (30/1/2019).

“Foto saya juga lah,” pintanya lagi.

Foto : Kondisi pasar Geudong, Aceh Utara yang dibeco untuk penertiban di lahan PT KAI, Aceh24.com

Menurut Zulfikar, ratanya bangunan lokasi tempat menjual jasa potong ayam kampung rata dengan tanah maka omzet Rp sekitar 2,5 juta sehari pupus sudah hari itu. Namun, ia tidak menyesali. Karena, sebelumnya lapak baru pun disebutkan sudah disediakan di kawasan terminal baru Geudong.

“Semoga di lapak baru nanti rezeki masih mengalir. Ya, ada sekitar 200 ekor ayam sehari saya jual,” pungkasnya.

Nada serupa disampaikan bang Din sapaan akrabnya. Dia pun tak banyak bicara dengan lapak jualannya di gerus beco. “Memang selama ini saya jualan. Tapi memang bukan milik kita,” katanya.

Plt Kadisperindagkop dan pasar Aceh Utara, Fadli hingga pukul 13.00 WIB ketika dikontak membenarkan adanya penggantian lahan buat pedagang. Hanya saja bukan wewenang Pemda Aceh Utara. “Itu langsung PT KAI yang memberikan lahan pengganti. Ya, kawasan dekat terminal disitu,” ujar Fadli.

Sementara sebelumnya, Vice Presiden PT KAI Divre 1 Sumatera Utara, Rusi Haryono  bersama Vice Presiden Sub Drive 1.1. Aceh, Saefuddin yang didampingi Manager Humas PT KAI Divre 1, M Ilud Siregar,  tujuan penertiban tentu saja untuk optimalisasi, penataan dan penjagaan asset milik PT KAI.

“Ada 103 bangunan di lahan milik PT KAI,” ungkap Rusi Haryono. Aceh24.com

 

Foto : Salah seorang pedagang ayam kampung di pasar Geudong yang memanfaatkan lahan PT KAI kena gusur, Rabu (30/1/2019). Omzet sehari Rp 2,5 juta pupus sudah. Aceh24.com

 

 

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.