AcehBerita FotoNusantara

Lagi, Steffy KPK Periksa dan Saksi Bertambah

Komisi Pemberantasan Korupsi

#Kasus DOK Aceh, Sudah 14 Saksi Jalani Pemeriksaan

LHOKSEUMAWE- Fenny Steffy Burase, lagi diperiksa KPK, Kamis (26/7) setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Gubernur Aceh, non aktif, dr Irwandi Yusuf.

Selain perempuan mantan pramugari ini, KPK juga memeriksa 5 lainnya yang selama ini tidak pernah namanya disebut-sebut.

“KPK kembali memeriksa 6 saksi dari pihak swasta,” kata Juru Bicara KPK RI, Febri Diansyah, kepada Aceh.com, Kamis.

Dari enam saksi itu, tertera nama Fenny Steffy Burase yang sempat disebut memiliki kedekatan khusus dengan orang nomor satu di provinsi paling barat nusantara ini, sebelum terlibat OTT.

Sedangkan lima saksi tambahan yaitu Apriansyah, Akbar Velayati, Jason Utomo, Gigit Mawadah dan Danial Novianto, ungkap Febri.

“Semua saksi diperiksa untuk tersangka IY, Gubernur Aceh,” papar Febri Diansyah seraya menambahkan terhadap saksi yang pernah diperiksa sebelumnya Fenny Steffy dilakukan karena perlu pendalaman terkait sejumlah pertemuan dan aliran dana.

Dengan bertambahnya 5 pihak swasta yang di jadikan saksi oleh KPK untuk pemeriksaan DOK Aceh 2018, maka catatan Aceh24.com paling tidak sudah ada 14 orang yang dimintai keterangan untuk mengungkap aliran dana yang mengalir ke provinsi yang memiliki 23 kabupaten./kota tersebut.

Sehari sebelumnya, IY tak menjalani pemeriksaa karena sesuai doketr dalam keadaan sakit. Maka, hari ini KPK menjadwalkan memeriksa 6 saksi sekaligus.

Setelah KPK menambah masa  penahanan Gubernur Aceh (non aktif) Irwandi Yusuf selama  40 hari kedepan. KPK hari ini mulai agendakan pemeriksaan silang terhadap  tiga saksi untuk tersangka lainnya.

Sekedar meningatkan,  KPK menjerat Irwandi Yusuf sebagai tersangka terkait  DOK Aceh 2018 yang jumlah kucurannya mencapai Rp 8 triliun.

Ditengarai DOK Aceh 2018 sarat dengan komitmen fee 8 persen. Bahkan, selanjutnya KPK sempat menyentil adanya kode 1 meter segala.  “Kembali kepada sumpah jabatan dan amanah dalam mengemban tugas sebagai aparatur pelayan masyarakat untuk memakmurkan masyarakatnya,” kata Wakil Ketua KPK, Irjen Pol Basaria Panjaitan, SH,MH di Jakarta, Rabu (4/7).

Manfaatkan sumber daya dan anggaran yang diamanahkan pemerintah sebaik-baiknya, tambah wakil KPK kelahiran Pematang Siantar ini.

KPK menetapkan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah, terkait dana Otsus yang digelontorkan dalam APBN 2018 untuk provinsi paling barat nusantara ini sebanyak Rp 8 triliun.  KPK pun membawa 9 orang ke Jakarta dari hasil OTT di Takengon dan Banda Aceh, Selasa (3/7).

Penangkapan diawali saat tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang Rp 500 juta di sebuah hotel di Banda Aceh,  Selasa siang dari MYS kepada FDL.

Lalu diduga FDL menyetor uang ke BCA dan Bank Mandiri, masing-masing Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta.

Selanjutnya, tim anti  rasuah mengamankan FDL bersama beberapa temannya di sebuah Café di Banda Aceh. Dan dilanjutkan pengembangan mengamankan beberapa orang di lokasi terpisah.  Seperti TSB diamankan disebuah kantor rekanan dengan uang Rp 50 juta. Lalu, HY teman TSB disebuah café sekira pukul 18.30.

Tak sampai disitu saja, tim bergerak menuju Pendopo Gubernur sekira pukul 19.00 WIB dan mengamankan Irwandi Yusuf kemudian dibawa ke Mapolda Aceh untuk pemeriksaan.

Secara paralel, di Bener Meriah, mengamankan Bupati Ahmadi, sopir dan ajudannya di sebuah jalan Takengon, pukul 19.00 WIB.  Dilanjutkan FDL  pukul 22.00 wib di kediamannya di Bener Meriah.

Kontruksi perkara, diduga pemberian  Bupati Bener Meriah Ahmadi kepada Gubernur Aceh Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar terkait fee ijon proyek dana otsus 2018. Aceh24.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: