AcehBerita FotoNusantara

KPK Sinyalir Gubernur Aceh non Aktif Korupsi Rp 32 Miliar

KPK duga Irwandi Yusuf Korupsi Rp 32 miliar

LHOKSEUMAWE- Kasus tertangkap tangan belum selesai, giliran Gubernur Aceh non aktif, Irwandi Yusuf diduga melakukan penerimaan gratifikasi  yang berhubungan dengan jabatan mencapai Rp 32 miliar.

IY juga diduga melakukan korupsi lain, yaitu dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan yang tidak dilaporkan pada KPK sebelumnya sejumlah sekitar Rp32 Milyar yang saat ini dalam tahap Penyidikan, ungkap Kepala Biro Humas KPK, Febri Diansyah yang diterima Aceh24.com, Senin (22/10).

Sementara itu, KPK menyakini mematahkan seluruh dalil pemohon dengan 42 bukti diajukan.  KPK pun hari ini telah  menyerahkan -Kesimpulan dalam perkara Pra peradilan yang diajukan oleh Irwandi Yusuf  (Perkara: 119).selama proses persidangan praperadilan.

“Kami telah menyampaikan pada Hakim Praperadilan bahwa semua dalil-dalil yang dijadikan alasan Pemohon untuk mengajukan permohonan Praperadilan ini adalah tidak benar dan keliru. Sehingga, KPK meminta agar Hakim menolak Permohonan tersebut atau setidaknya menyatakan tidak dapat diterima,” ujar Febri.

 

Dijelaskan, pada kesimpulan yang sampaikan tadi, KPK menanggapi 4 saksi Fakta yang diajukan Pemohon, yaitu: Agus Salim, Dargo, Erisman Supranoeriz, dan Fenny Steffy Burase.

 

“Empat orang saksi fakta yang dihadirkan oleh Pemohon patut diragukan karena memiliki hubungan pekerjaan dengan Pemohon baik secara langsung atau menjadi bawahan dari Pemohon. Keterangan lain yang diberikan tidak relevan karena saksi tidak mengetahui secara langsung mengenai kejadian IY tertangkap tangan oleh KPK. Demikian juga ahli dan 10 bukti yang diajukan Pemohon yang kami nilai tidak relevan, sehingga sepatutnya dikesampingkan.

 

“KPK menunggu Putusan Praperadilan dalam kasus ini yang rencana akan disampaikan Rabu siang dan berharap putusan hakim akan berdampak positif terhadap pengusutan dugaan korupsi terhadap tersangka IY dan kawan-kawan terkait  alokasi anggaran DOK Aceh yang semestinya dapat digunakan secara maksimal untuk kemanfaatan bagi masyarakat Aceh,” pungkas Febri Diansyah. Aceh24.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: