AcehBerita FotoNusantara

KPK Periksa 16 Saksi Pagi Ini di Banda Aceh

 

Tim Anti Rasuah geledah kantor Pemerintah Bener Meriah, terkait OTT Ahmadi, (10/7). ist

# Aliran Dana Aceh Marathon Semakin Terkuak

LHOKSEUMAWE-Rincian informasi aliran dana yang diduga terkait Aceh Marathon terus diklarifikasi oleh penyidik.  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan semakin mendapat bukti-bukti yang terkuat dalam kasus ini.

Hari ini saja, KPK memeriksa 16 orang saksi. Pemeriksaan pun berlangsung di kantor Dirkrimsus Polda Aceh untuk tersangka Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh non aktif.

“Pemeriksaan diagendakan terhadap 16 orang saksi, Senin,” kata Juru Bicara KPK RI,Febri Diansyah kepada Aceh24.com.

Dijelaskan, para saksi berasal dari unsur staf khusus Gubernur, Pejabat di Biro Hukum, PNS, pejabat dan anggota TAPA, BPKS dan staf PUPR.

Menurut Febri Diansyah, penyidikan dalam kasus ini terus dilakukan KPK untuk memperdalam proses-proses pembahasan dan pengalokasian DOK Aceh 2018.

Sejumlah saksi dari pejabat Kementerian Dalam Negeri dan pejabat Aceh telah diperiksa.

Sekedar mengingatkan, KPK menetapkan Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah, terkait dana Otsus yang digelontorkan dalam APBN 2018 untuk provinsi paling barat nusantara ini sebanyak Rp 8 triliun.  KPK pun membawa 9 orang ke Jakarta dari hasil OTT di Takengon dan Banda Aceh, Selasa lalu (3/7).

Penangkapan diawali saat tim mengidentifikasi adanya penyerahan uang Rp 500 juta di sebuah hotel di Banda Aceh,  Selasa siang dari MYS kepada FDL.

Lalu diduga FDL menyetor uang ke BCA dan Bank Mandiri, masing-masing Rp 50 juta, Rp 190 juta dan Rp 173 juta.

Selanjutnya, tim risuah mengamankan FDL bersama beberapa temannya di sebuah Café di Banda Aceh. Dan dilanjutkan pengembangan mengamankan beberapa orang di lokasi terpisah.  Seperti TSB diamankan disebuah kantor rekanan dengan uang Rp 50 juta. Lalu, HY teman TSB disebuah café sekira pukul 18.30.

Tak sampai disitu saja, tim bergerak menuju Pendopo Gubernur sekira pukul 19.00 WIB dan mengamankan Irwandi Yusuf kemudian dibawa ke Mapolda Aceh untuk pemeriksaan.

Secara paralel, di Bener Meriah, mengamankan Bupati Ahmadi, sopir dan ajudannya di sebuah jalan Takengon, pukul 19.00 WIB.  Dilanjutkan DLM pukul 22.00 wib di kediamannya di Bener Meriah.

Kontruksi perkara, diduga pemberian  Bupati Bener Meriah Ahmadi kepada Gubernur Aceh Rp 500 juta bagian dari Rp 1,5 miliar terkait fee ijon proyek dana otsus 2018.

Diduga pemberian tersebut merupakan komitmen  fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintahan Aceh, dari setiap proyek yang dibiayai dari dana DOKA. Aceh24.com

 

Foto : Tim Anti Rasuah saat geledah  kantor pemerintahan di Bener Meriah,

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: