Kondisi TPS Pusong Pasca Massa Datangi Pos TNI AL Lhokseumawe


Foto : Kondisi TPS di Pusong, berantakan pasca massa datangi Pos TNI AL yang hanya berjarak 50 meter dari lokasi penghitungan suara Rabu malam. Suara letusan senjata api terdengar menyebabkan saksi dan warga di 13 TPS berhamburan meninggalkan lokasi. Direncanakan penghitungan suara ulang, Kamis (18/4). Aceh24.com

LHOKSEUMAWE-Pasca massa datangi Pos TNI AL di kawasan TPI Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Rabu malam, penghitungan suara di  13 TPS dilanjutkan pagi ini (Kamis 18/4). Hanya saja, kondisi TPS berantakan.

Sejumlah plastic pembatas TPS pun koyak dan centang perenang. Tak hanya itu, amatan Aceh24.com pagi ini, akibat ‘kerusuhan’ di depan Pos TNI AL Pusong, terlihat kotak dan bungkus nasi berserakan di dalam ruang TPS. Sandal para saksi atau warga yang sedang melihat penghitungan suara juga tertinggal.

Plastik pembatas koyak maupun tertinggalnya sandal tidak terlepas dari saksi maupun warga terpaksa  berhamburan meninggalkan lokasi setelah mendengar suara letusan senjata api berulang kali membahana.

Suara pun cukup keras. Kenapa tidak ? Pasalnya, Pos TNI AL di Pusong yang didatangi massa itu hanya berjarak tidak lebih dari 50 meter.

Kendati demikian, tim panwas dan para saksi maupun geuchik setempat Kharuddin sudah terlihat pagi ini mendatangani lokasi TPS untuk melanjutkan penghitungan suara yang tertunda.

Panitia dan saksi sudah mulai membersihkan lokasi TPS yang acak-acakan serta membenahi pembatas yang sudah rusak.

Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe, Zulkarnaen sebelumnya kepada wartawan mengakui penghitungan suara ulang dilaksanakan, Kamis ini.

Sekedar mengingatkan, kerusuhan  massa mendatangi pos TNI AL di Pusong sekira pukul 22. 50 WIB berawal dari dugaan seorang warga yang mengaku anak kecilnya telah mendapat perlakuan kasar oleh oknum petugas TNI AL pos setempat.

Tersulut emosi massa ramai datangi lokasi Pos TNI AL sampai membakar ban bekas sehingga api pun membesar di depan pos tersebut. Termasuk kaca depan kantor pecah.

Kepada wartawan, keluarga korban yang diduga mendapat perlakuan kasar mengaku melihat lembam di wajah anaknya yang masih mengecap pendidikan kelas 6 SD.

Yang pasti, kerusuhan itu tidak ada kaitan dengan pelaksanaan pemilu 2019.

    DanLanal

Sementara itu, Danlanal Lhokseumawe, Kol Laut (P) M Syamsul Rizal saat konfrensi Pers Kamis dinihari di Makodim 0103 Aceh Utara menyebutkan kejadian berawal dari seorang anak naik menara yang ada di halaman pos tersebut. Selanjutnya seorang petugas menegurnya.

“Anak kecil tersebut tidak mau dan lari,” kata Sjamsul

Hanya saja, Danlanal menepis adanya aksi kekerasan dilakukan oleh oknum petugas terhadap anak kecil itu.  “Tidak ada penamparan. Kata kata kasar saja. Atas insiden ini, kita sudah bertemu dengan kepala desa setempat dan ketua pemudanya. Semuanya sudah dilakukan musyawarah untuk jalan terbaik,” pungkas Danlanal Kol Laut (P) M Sjamsul Rizal. Aceh24.com

 

Foto : Kondisi TPS di Pusong, berantakan pasca massa datangi Pos TNI AL yang hanya berjarak 50 meter dari lokasi penghitungan suara Rabu malam. Suara letusan senjata api terdengar menyebabkan saksi dan warga di 13 TPS berhamburan meninggalkan lokasi.  Direncanakan penghitungan suara ulang, Kamis (18/4). Aceh24.com

Comments

comments

CATEGORIES
TAGS
Share This