AcehBerita FotoNusantara

Kombes Pol Misbahul : Itu Hanya Miskomunikasi

ilustrasi

LHOKSEUMAWE-Peristiwa gembosnya ban mobil dua wartawan di Banda Aceh, saat menghadiri jumpa pers di Mapolda Aceh, rabu (9/5/18) oleh oknum Provos Polda, hanya miskomunikasi.

“Kan saya yang undang untuk jumpa pers soal illegal maning. Itu hanya miskomunikasi saja,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Misbahul Munauwar kepada Aceh24.com, pukul 16.05 WIB via telepon selular.

Menurut perwira tiga bunga melati di pundaknya ini, akan diselesaikan dengan mengundang wartawan dan oknum provos. “Kita akan jelaskan nanti malam dengan jumpa rekan wartawan dan komandan Provos. Kepada wartawan Metro juga saya sudah telepon tadi,” tambah Misbahul.

Hanya saja, tambah Kabid Humas, pertemuan nantinya setelah terlebih dahulu mengikuti pertemuan agenda kegiatan PWI Aceh disalah satu hotel nanti malam di Banda Aceh. “Saya terlebih dahulu akan menghadiri pertemuan kegiatan PWI mewakili Pak Kapolda. Jadi setelah itu baru kita jumpa,” katanya,

Yang pasti, soal ban kempes wartawan saat menghadiri jumpa pers tadi, hanya masalah miskomunikasi saja.  “Saya minta maaf,” pungkas Kombes Misbahul Munauwar kepada Aceh24.com

Seperti pemberitaaan sebelumnya, Ironis memang tragedi yang dialami wartawan di Banda Aceh, saat menghadiri undangan konferensi pers yang di gelar di Mapolda Aceh, Rabu (9/5/18). . Kenapa tidak ? Pasalnya, Fotografer LKBN Antara, Ampelsa, melihat ban mobilnya justru di kempesin oknum Provos Polda.

Tak hanya ban pewarta Antara kena getahnya, ternyata ban mobil operasional Metro TV pun mengalami nasib serupa.

“Sudah menghadiri undangan, malah ban mobil kena getah. Ini yang sangat disesalkan” ujar sejumlah wartawan yang tergabung dalam DPP Persatuan Wartawan Aceh (PWA) bermarkas di Lhokseumawe.

“Kabid Humas Polda, Kombes Misbahul Munauwar harus menjelaskan. Kenapa mesti di kempesin ban mobil wartawan yang menghadiri undangan konfrensi pers. Dan, oknum Provos Polda yang kempesin harus meminta maaf,” kata Pembina DPP PWA, Idris Bendung.

Mobil wartawan Antara, Ampelsa justru parkir di lokasi yang tidak ada rambu dilarang parkir.  Tetapi, oknum provos langsung datang dan kempesin ban mobil depan miliknya.

“Saya sudah bilang jangan, tapi tetap dikempesin,” kata Ampelsa kepada wartawan lainnya. .

Ampelsa menyayangkan tidak tanduk oknum Provos  Polda  Aceh. Sebab, jikapun keluar kata-kata menyuruhnya untuk memindahkan ke tempat lain, ia akan lakukan. Sayangnya, tawaran untuk memindahkan mobil tetap tidak di-acuhkan oleh oknum provos Polda Aceh.

“Udah kita diundang, nunggu lagi 1,5 jam, tapi diperlakukan seperti ini,” kata Ampelsa. Aceh24.com

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: