Khanduri di Bawah Pohon Bambu Pantang

0
776
Foto : Warga kenduri tahunan di kawasan Bambu Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. istimewa

# Ada Harimau Malem Dewa

Warga Gampong Trieng Pantang Kecamatan  Lhoksukon, Aceh Utara, sabar menanti menunggu hidangan  menu kari kambing  di bawah pohon bambu pantang.  Hanya saja sebelum menikmati kelezatan hewan yang satu ini,  warga setempat terlebih dahulu melaksanakan pengajian selama tiga malam. Ya, bacaan Surah Yasiin.Tahlil dan Samadiah.

“Itu kenduri tahunan.Tujuannya memanjatkan doa kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan,” kata Geuchik Trieng Pantang, Hasanuddin.

Bambu Pantang atau Bahasa Acehnya Trieng Pantang yang ada di gampong itu,  sudah lama hidup Dan tidak seorang pun yang berani mengambilnya,” tambah geuchik.

Kenduri di bawah pohon bambu pantang, juga dihadiri gampong tetangga seperti Gampong Arongan,Cot Geulumpang dan  Lubok,Trieng Pantang. “Pohon Trieng Pantang sudah tumbuh sebelum tahun  1607. Ya, ini juga kawasan tempat persinggahan Sultan Iskandar Muda dan pengikutnya,” kata Geuchik Hasanuddin.

Menurut dia, baik  warga Trieng Pantang.bahwa bambu Pantang tidak boleh digunakan keluar perkarangan. Terkecuali memenuhi kebutuhan di tempat itu saja.

“ Tidak ada seorang pun berani mengambilnya walaupun bambu tersebut untuk keperluan mesjid,balai pengajian.pagar masyarakat,” tutur geuchik lagi panjang lebar.sembari mengungkap Bambu Pantang itu kini sudah mencapai tujuh tumpukan.

Belum puas sampai disitu, pak Geuchik Hasanuddin berpendidikan jebolan sarjana pun mengungkap sisi lainnya.  Apa itu ? Tak jauh dari bamboo Pantang, disebutkan masih ada tempat  atau tumpukan tanah buat melepaskan Nazar Atau Kaoy oleh petani sawah.

“Bukan mitos dan dongeng.  Di tempat tersebut ada tikus berukuran besar seperti kelinci berwarna putih. Dan harimau Teungku Malem Diwa,” kata geuchik Hasanuddin.

Lokasi yang disebutkan tadi, kini dijadikan tempat wisata religi. Sekarang bambu tersebut sudah kami jadikan sebagai tempat Wisata Religi.  Bagi warga luar yang hendak melepaskan nazar dari hasil panenya serta melaksanakan shalat, mengaji sudah bisa. Termasuk melepas lelah.

“Karena kami sudah mendirikan pondok yang berukuran luas 4×4 persegi. Termasuk sumur dan penerangan. Jadi tidak usah takut lagi untuk  berkunjung,” ajak geuchik sedikit berpromosi.

Hanya saja diingatkan, ketika memasuki pekarangan Trieng Pantang jangan lupa melafaz “Assalamualaikum Ya Ahlal Kubur”. Sebab disitu pun ada makam ulama Mesir, pungkas Hasanuddin,S.Hi Geuchik Gampong Trieng Pantang, Selasa (2/10/2018.  Wallahu a’alam. Aceh24.com

 

Foto : Warga kenduri tahunan di kawasan Bambu Pantang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. istimewa

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.