Ketum PWI Atal S Depari : Wartawan Bukan Bawa-Bawa Meteran

0
149

LHOKSEUMAWE-Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Atal S Depari menyebutkan profesi wartawan bukan membawa-bawa  meteran. Terlebih lagi mencari kesalahan-kesalahan untuk ajang memeras kepala desa.

“Wartawan bukan membawa-bawa meteran. Kalau dahulu wartawan selalu membawa pena,” kata Atal saat menghadiri peringatan  Hari Pers Nasional dan HUT Ke 74 atas prakarsa PWI Lhokseumawe dan Aceh Utara yang berlangsung di Hotel Lido Graha, Senin (9/3).

“ Bila ada wartawan bawa meteran, laporkan. Dan, akan saya pecat,” tambah Atal yang disaksikan Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta, Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agung Sukoco, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf , Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman dan seratusan undangan .

Ajang mencoba melakukan tindakan pemerasan dengan melirik kesalahan proyek-proyek menggunakan dana desa, sebut Atal,  pihaknya kerap mendapat laporan. Dijelaskan, itu semua bukanlah tugas jurnalistik.

 “ Kita akan ambil tindakan bila oknum wartawan berbuat demikian. Lebih tegas lagi kita akan ambil tindakan pecat. Dan ini sudah ada kita lakukan.” katanya.

Peringatan HPN di Lhokseumawe kali ini,  juga memberikan penghargaan kepada Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf dan wartawan tertua yang memperjuangkan kehadiran PWI Lhokseumawe/Aceh Utara, sejak tahun 1980 an lalu, AD Husaini.

Foto : Ketua Umum PWI, Atal S Depari didampingi Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman saat memberi keterangan kepada wartawan seusai Peringatan Hari Pers Nasional (HPN)  dan HUT Ke 74 di Lido Graha Hotel, Lhokseumawe, Senin (9/3). Aceh24.com

loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.