AcehBerita FotoNusantara

Kecewa, Warga Blokir Jalan Cot Girek

Foto : Istimewa

Kecewa, Warga Blokir Jalan Cot Girek

# PU Bina Marga Aceh Utara ‘Tutup Mata’

LHOKSUKON-Puluhan warga menutup jalan atawa blokir dengan melintangkan batang pohon pinang ke tengah jalan. Kenapa tidak ? Jalan kecamatan antara Cot Girek-Lhoksukon menuju batu 12 kupak kapik.

Kondisi jalan bak kubangan kerbau sudah berlangsung lama. Namun, pihak pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait Dinas PU Bina Marga, lebih memilih tutup mata. Alasan tidak terlepas karena jalan provinsi. Padahal, yang sengsara justru masyarakat Aceh Utara sendiri.

“Kami yang menggunakan sepeda motor saja susah lewat. Apa algi kalau kondisi hujan. Banyak warga yang melintas  terjungkal atau terperosok karena dalamnya jalan yang rusak ini,” kata Rahmadi warga Batu 12 kepada Aceh24.com, Kamis sore.

Tidak hanya dia, Zulkifli warga Cot Girek pun mengakui hal serupa. Sudah cukup lama jalan itu rusak. Tapi, PU Bina Marga Aceh Utara, tidak membuatnya. “Apa kerja kepala dinas PU itu,” kata Zulkifli via whatsaap.

“Dinas PU jangan tutup mata. Dan beralasan ngak ada dana setiap tahunnya,”tambah Zulkifli lagi sembari menyebutkan itu bukan jalan provinsi tetapi jalan kabupaten.

Aksi yang digelar warga melihat kondisi jalan cukup memprihatinkan, mau tak mau dilakukanlah pemblokiran dengan melintangkan batang pohon pinang, kayu besar dan sejumlah rintangan lain.

Sejumlah warga pun harus bernegosiasi dengan pihak kepolisian setempat. Termasuk dengan Kapolsek.

Tentu saja, polisi berharap semua rintangan yang ada di tengah jalan untuk diamankan. Namun, hingga berita ini diturunkan belum selesai negosiasi itu.  Sejumlah kenderaan roda empat atau lebih terlihat masih antri sebelum rintangan di jalan dipindahkan.

Sebelumnya, Kabag Humas selaku juru bicara Pemerintah Aceh Utara, T Nadirsyah, yang dikonfirmasi ulang menyebutkan itu jalan provinsi. “Kalau jl Cot Girek itu, jalan provinsi. Mulai simpang Lhoksukon sampai KM 12,” kata Nadirsyah.

Hanya saja, kabag humas pun berharap agar provinsi dapat segera turun tangan untuk memperbaiki jalan tersebut.

 

Sementara itu, ditempat terpisah, warga pun menilai Pemerintah Daerah Aceh Utara, jangan sibuk meminjam uang ke bank mengatasnamakan pelaksanaan pembangunan untuk masyarakat. Buktinya, masyarakat tetap tidak menikmati sarana transportasi atau jalan secara layak di kabupaten ini.

“Memalukan harus pinjam uang sampai 76 miliar lebih dan mengatasnamakan pembangunan demi masyarakat,” ulang Rahmadi sebelumnya kepada Aceh24.com.

 

Foto : Kondisi jalan yang diblokir warga setelah cukup lama jalan di kawasan menuju Batu 12 dari Lhoksukon-Cot Girek, kupak kapik bagaikan kubangan kerbau. Dinas PU Bina Marga Aceh Utara, jangan tutup mata melihat kondisi jalan itu. Dan, pemerintah pun diminta jangan saling lepas tangan. Istimewa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
%d blogger menyukai ini: