20.2 C
Aceh
25 Januari 2021
Aceh24
Aceh Berita Foto Nusantara

Kado HUT Aceh Utara, Pejabat Dinas Pendidikan Diperiksa Saber Pungli

Kantor Dinas Pendidikan Aceh Utara, tempat tim saber pungli periksa pejabat setempat,Selasa malam. Aceh24.com

LHOKSUKON-Pemberitaan pejabat di Dinas Pendidikan Aceh Utara, yang menjalani pemeriksaan oleh Tim Saber Pungli Aceh, kian menghangat. Kenapa tidak ? Beberapa warga pun menyebutkan itu merupakan kado buat Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Aceh Utara.

“Itu kado buat HUT Aceh Utara. Istimewa sekali ya. Selalu nomor satu Aceh Utara. Luar biasa”  komentar warga kepada Aceh24.com, Rabu.

Tidak itu saja, bahkan rasa kesedihan juga diungkap menyusul hak untuk anak-anak meraih masa depan dalam kecerdasan sekalipun sempat menjadi praktek  ‘pungli’. “Semua bisa terbuka demi kebaikan,” komentar lain yang datang.

Semoga hal serupa tak terjadi lagi dimasa mendatang. Sehingga generasi Aceh , kelak dapat lahir sosok yang beriman, cerdas dan mencintai kedamaian.

Sementara itu, ditengah pejabat Dinas Pendidikan Aceh Utara menjalani pemeriksaan di kantor mereka oleh tim saber pungli Polda Aceh dan Kejati, Kabupaten Aceh Utara pun sedang melangsungkan HUT jadinya kabupaten ke 792.  Berbagai moment dilaksanakan di Landeng, Lhoksukon.

                                                 Pungli Rp 12 juta

Seperti pemberitaan sebelumnya  Bantuan dana  Taman Kanak-Kanak dan PAUD di Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara, jadi sorotan serius tim sapu bersih (saber) pungutan liar (pungli) Aceh. Buktinya, hingga tadi malam pukul 22.30 WIB pemeriksaan terus berlanjut.

Kasus pemotongan dana BOP PAUD yang diduga sudah terjadi pungli sejak tahun 2017 diperkirakan telah merugikan uang negara mencapai Rp 7 miliar. Kenapa tidak ? Dana TK-PAUD rata-rata berhak menerima sampai Rp 30 juta setahun.

Namun, setelah ditransfer sebanyak itu, giliran oknum di Dinas Pendidikan Aceh Utara, meminta  ‘jatah’ Rp 12 juta.  Dengan alasan biaya pembelian alat tulis,perencanaan dan keperluan administrasi lainnya. Alhasil setiap PAUD hanya menerima kisaran Rp 18 juta.  Ditengarai telah terjadi kolaborasi oknum pejabat di dinas setempat.

Sementara jumlah TK dan PAUD di Aceh Utara, baik swasta maupun negeri  mencapai 311 sekolah.  Bila benar terjadi pemotongan Rp 12 juta persekolah, sejak tahun 2017 dan 2018 ini, bukankah mencapai Rp 7 miliaran kerugian negara ?

Nah, berawal dari laporan yang datang ke tim saber pungli Aceh itulah,  pemeriksaan terhadap 8 (delapan) pejabat yang melanggang buana di dunia pendidikan jalani pemeriksaan. Tak terkecuali dengan Kepala Dinas dan Kabid Paud.

Kapolres  Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta, Selasa sore saat dihubungi Aceh24.com, membenarkan tim saber pungli memeriksa pejabat dinas dimaksud. “Giat saber pungli provinsi,” kata kapolres.

Sementara itu, Kepala Humas Kejaksaan Tinggi Aceh,  Munawar , Rabu pagi (19/9) belum dapat  memberikan jawaban saat dikonfirmasi hasil sementara delapan pejabat Dinas Pendidikan Aceh Utara yang jalani pemeriksaan.  Apakah ada penambahan saksi lain yang akan mintai keterangan.

“Tolong hubungi langsung tim saber  ya,” jawab Munawar.

Begitu pula soal berkembangnya kabar OTT. Siapa yang tertangkap tangan. Dan, berapa jumlah uang di OTT  juga belum diungkap.

Hanya saja, informasi Aceh24.com terima nama-nama dan jabatan yang menjalani pemeriksaan sejak Selasa hingga menjelang Rabu dinihari tadi  adalah

  1. Kadis Pendidikan Aceh Utara, Sai,M.Pd
  2. Kabid PAUD (Hus, S.Pd)
  3. Kasi PAUD (Hel)
  4. Operator Dispodik (Saf)
  5. AW (Pembuat Proposal)
  6. Ern (Pembuat Proposal)
  7. Erni (Pengutip dana 2018)
  8. Cut I (Pengutip dana 2017).

 

 

 

Related posts

Yahama MAXI Lhokseumawe

Redaksi Aceh24

Sungai Sawang Meluap 2 Orang Terbawa Arus

Redaksi Aceh24

Snow Moon Penampakan di Lhokseumawe, Senin Malam

Redaksi Aceh24