Jurnalis Gelar Aksi Minta Polisi Usut Tuntas Tindakan Kekerasan Pers

0
199
ilustrasi

Jurnalis Gelar Aksi Minta Polisi Usut Tuntas Tindakan Kekerasan Pers

LHOKSEUMAWE-Sekitar 65 wartawan dipastikan akan menggelar aksi, Rabu pagi (15/1) di Lhokseumawe, meminta polisi mengusut tuntas atas tindakan kekerasan pengancaman terhadap Aidil Firmansyah seorang jurnalis di Meulaboh, Aceh Barat.

Koordinator aksi Armia Jamil seorang jurnalis MNC Grup yang dihubungi Aceh24.com membenarkan gaweean pemburu berita itu. “Iya, kita bersama rekan-rekan akan melakukan aksi atas tindakan kekerasan yang dialami Aidil Firmansyah,” katanya.

Menurut Armia Jamil, aksi damai yang akan berlangsung di Taman Riyadah atau persis depan Kantor Bank Indonesia, meminta aparat penegak hukum melakukan pengusutan tuntas.

“Aksi juga akan membawa sejumlah tulisan kecaman atas kekerasan yang dialami Aidil,” tambah Armia Jamil.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe-Aceh Utara, menyebutkan dukungan penuh aksi para rekan lintas organisasi itu. “Kitasudah sampaikan kepada semua wartawan yang tergabung di PWI untuk ikut menggelar aksi besok,” kata Sayuti menjawab Aceh24.com.

Disebutkan, anggota PWI Lhokseumawe –Aceh Utara saat ini ada 30 orang. Sayuti berharap semua untuk hadir.

Ditempat terpisah, Ketua AJI Lhokseumawe, Agustiar pun menyebutkan jurnalis di organisasinya tak ambil diam. “Kita pun sangat mendukung aksi ini. Dan, malam ini pula kita sudah melakukan persiapan dari 35 jumlah anggota AJI,” kata Agus melalui telepon selular kepada Aceh24.com.

Begitu pula Ketua Umum Persatuan Wartawan Aceh (PWA) Maimun Asnawi , M.Kom akan bersama anggotanya turun ke jalan Merdeka kawasan Taman Riyadah, Rabu pagi.

Sebelumnya, Aidil Firmansyah yang dihubungi Aceh24.com beberapa waktu lalu menyebutkan membenarkah ada ancaman pistol dari AR. “Iya bang. Diambil dari dalam laci pistolnya. Dan saya menunduk langsung menghindar,” kata Aidil.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya petinggi PT TAU, AR ingin berjumpa Aidil. Gayung pun bersambut. Tiba di ruang kantor AR, Aidil dipersilahkan duduk. Kemudian, AR mengeluarkan senjata jenis pistol dari laci mejanya dan menyerahkan kepada seorang anggotanya di ruang itu.

Seorang lainnya memegang leher Aidil, sedangkan AR terus mengeluarkan kata-kata ancaman. Namun, ketika itu ada yang melerai agar masalah itu diselesaikan baik-baik.

Lantas, AR menyodorkan surat yang telah dibuatnya untuk ditanda tangan di atas materai oleh Aidil. Isinya,  untuk melakukan duel dengan Aidil satu lawan satu. Namun Aidil  menolak. Selanjutnya, AR dan rekan terus mengeluarkan berbagai kata kata kepada Aidil dan menuduh berita tersebut salah. Aceh24.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.